Tautan-tautan Akses

AS

Pence: Rusia Sumber Ancaman Terbesar Bagi Negara-negara Baltik


Wakil Presiden AS Mike Pence dan Perdana Menteri Georgia menghadiri upacara penyambutan di Bandara Udara Internasional Tbilisi, 31 Juli 2017.

Wakil Presiden Amerika Mike Pence mengatakan hari Senin (31/7)bahwa tidak ada ancaman yang lebih besar terhadap negara-negara Baltik daripada "agresi" Rusia, karena itu dia menjanjikan dukungan bagi sekutu- sekutu NATO, seperti Estonia, Latvia dan Lituania.

Wakil Presiden Pence bertemu dengan semua presiden negara Baltik - Kersti Kaljulaid dari Estonia, Raimonds VÄ“jonis dari Latvia dan Dalia Grybauskaite dari Lithuania - dan kemudian menyimpulkan posisi Amerika dalam kegiatan Rusia yang mengganggu stabilitas kawasan itu.

"Saat ini, Rusia terus berusaha untuk menentukan garis-garis perbatasan internasional dengan paksa, merongrong demokrasi negara-negara berdaulat dan memecah-belah negara-negara bebas di Eropa. Di bawah Presiden Donald Trump, Amerika menolak setiap usaha untuk menggunakan kekerasan, ancaman, intimidasi atau pengaruh jahat di negara-negara Baltik atau terhadap setiap sekutu kami sesuai perjanjian."

Ketika memberikan sambutannya, Wakil Presiden Amerika juga menyampaikan harapan untuk memperbaiki hubungan dengan Rusia. Dia mengatakan keputusan Russia minggu ini memerintahkan sebagian besar diplomat Amerika untuk meninggalkan pos mereka di Moskow tidak akan menghalangi komitmen Amerika terhadap keamanan sekutunya.

Pence memuji Estonia karena memenuhi sasaran aliansi NATO dalam anggaran pengeluaran pertahanan paling sedikit dua persen dari produk domestik bruto, dan dia mengatakan bahwa Latvia dan Lithuania akan mencapai tingkat tersebut pada akhir tahun depan. Trump berulang kali meminta anggota NATO agar meningkatkan belanja pertahanan.

Estonia, Latvia, dan Lithuania meminta dukungan nyata militer Amerika. Kekhawatiran tentang ekspansi Rusia telah meningkat tajam di wilayah Baltik sejak Rusia merebut Krimea dari Ukraina tiga tahun lalu.

Dari Estonia Pence kemudian Senin berkunjung ke Georgia, di mana pasukan Amerika dan mitra-mitra NATO lainnya akan melakukan latihan militer pada hari Minggu.

Menyambut Pence ke Tbilisi, Perdana Menteri Giorgi Kvirikashvili mengatakan, "Kunjungan Wakil Presiden Amerika Pence mengirimkan pesan kuat tentang kekuatan hubungan Georgia dan Amerika yang bertahan lama." Pence memuji rakyat Georgia atas "komitmen mereka yang kuat terhadap kemerdekaan dan kebebasan." Dia dan Kvirikashvili makan malam bersama hari Senin dan akan mengadakan pembicaraan hari Selasa.

Setelah ke Georgia, kunjungan Pence akan berakhir di Montenegro, anggota terbaru NATO. (sp/ii)

XS
SM
MD
LG