Tautan-tautan Akses

Gempa Dahsyat Guncang Daerah Terpencil Papua Nugini


Gambar warga setempat sedang memeriksa lokasi longsor dan kerusakan di sebuah jalan dekat Kota Tabubil setelah gempa di Dataran Tinggi Selatan di Papua Nugini, 26 Februari 2018. (Jerome Kay/Handout via Reuters)

Gempa yang kuat mengguncang desa-desa di hutan dan sebuah tambang emas besar di Papua Nugini tengah hari Senin, dan pemerintah mengirim para petugas ke lapangan untuk mengevaluasi laporan-laporan perkiraan jumlah kematian yang belum dikukuhkan dan mengevaluasi tingkat kerusakan yang terjadi.

Sejumlah pejabat mengatakan hingga Senin sore belum ada laporan mengenai jumlah kematian atau korban secara resmi di negara pulau di Pasifik itu.

Chris McKee, direktur sementara pengelolaan bencana pemerintah Papua Nugini, mengatakan puluhan ribu orang berjuang untuk bertahan hidup dengan pasokan yang sangat minim di beberapa daerah terpencil dataran tinggi yang terkena dampak gempa.

Gempa berkekuatan 7,5 itu menghantam sekitar 89 kilometer (55 mil) barat daya Porgera, lokasi sebuah tambang emas besar yang mempekerjakan lebih dari 2.500 penduduk. Kawasan ini juga menjadi wilayah operasi sejumlah perusahaan minyak dan gas serta perkebunan kopi.

Baca juga: Komunikasi, Operasi Gas, Minyak Papua Nugini Terhenti Akibat Gempa

ExxonMobil Papua Nugini menyatakan telah menutup kilang gas,Hides Gas Conditioning Plant, di mana terdapat kerusakan pada beberapa bangunan perkantoran, sejumlah tempat tinggal dan aula asrama.

Badan Mitigasi Bencana Indonesia menyatakan gempa tersebut menyebabkan kepanikan dan kerusakan bangunan di daerah Boven Diguel di provinsi Papua, yang berbatasan dengan Papua Nugini. Informasi masih terbatas karena terpencilnya daerah tersebut dan kurangnya personil penanggulangan bencana, kata pejabat instansi tersebut, yang juga menambahkan belum diketahui apakah ada korban jiwa akibat gempa tersebut. [mg/lt]

XS
SM
MD
LG