Tautan-tautan Akses

Komunikasi, Operasi Gas, Minyak Papua Nugini Terhenti Akibat Gempa


Gambar warga setempat sedang memeriksa lokasi longsor dan kerusakan di sebuah jalan dekat Kota Tabubil setelah gempa di Dataran Tinggi Selatan di Papua Nugini, 26 Februari 2018. (Jerome Kay/Handout via Reuters)

Setidaknya satu perusahaan mulai mengevakuasi personel setelah gempa kuat 7,5 Skala Richter mengguncang Papua Nugini yang kaya sumber energi, Senin (26/2), Reuters melaporkan. Gempa menyebabkan longsor, merusak gedung-gedung dan menghentikan operasi minyak dan gas.

ExxonMobil mengatakan pihaknya telah menutup pabrik gas Hides. Perusahaan ini juga mengatakan gempa juga merusak gedung-gedung administrasi, tempat tinggal dan auditorium mess. ExxonMobil juga menghentikan sementara penerbangan dekat lapangan terbang Komo hingga landasan bisa diperiksa.

Baca: Gempa 7,5 SR Landa Papua Nugini

“Akibat kerusakan di kamp Hides dan gempa-gempa susulan yang masih berlanjut, ExxonMobil PNG berencana mengevakuasi para staf yang tidak penting,” kata ExxonMobil dalam pernyataannya.

Gas diproses di Hides dan dikirim melalui pipa sepanjang 700 kilometer ke kilang gas alam cair dekat Port Moresby untuk pengiriman.

Perusahaan migas Papua Nugini Oil Search juga menutup kegiatan produksi minyak di lokasi yang terkena gempa, kata perusahaa itu dalam pernyataannya.

Tambang tembaga yang dioperasikan oleh Freeport McMoRan di Provinsi Papua tidak terkenda gempa, kata juru bicara perusahaan di Jakarta. Tapi gempa dan gempa susulan menimbulkan kepanikan di Ibu Kota Jayapura, Provinsi Papua, kata Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). Tidak ada laporan korban jiwa.

Udaya Regmi, kepala Palang Merah Internasional di Papua Nugini mengatakan komunikasi ‘terputus’ di Tari, satu dari beberapa tempat pemukiman besar dekat pusat gempa. Gempa juga memutus jalan-jalan di wilayah tersebut.

XS
SM
MD
LG