Tautan-tautan Akses

Gelar Acara Investasi, Ridwan Kamil Janjikan 30 Ribu Lapangan Kerja


Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil di Istana Bogor, 26 Februari 2015 (Foto:dok)
Wali Kota Bandung, Ridwan Kamil di Istana Bogor, 26 Februari 2015 (Foto:dok)

Gubernur Jawa Barat Ridwan Kamil menjanjikan 30 ribu lapangan kerja usai mengantongi komitmen investasi 53 triliun rupiah. Dia pun berkomitmen mengurangi ketimpangan ekonomi di tanah Pasundan lewat sejumlah proyek pembangunan.

Komitmen itu Emil sampaikan dalam West Java Investment Summit (WJIS) di Bandung, Jumat (18/10). Dia mengatakan, investasi akan menyerap banyak pekerja.

Gelar Acara Investasi, Ridwan Kamil Janjikan 30 Ribu Lapangan Kerja
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:46 0:00

“Kadang-kadang kan warga suka tanya, ‘investasi investasi, kami mah inginnya pekerjaan gampang’. Nah ini sebetulnya ada hubungannya. Setiap investasi masuk membawa lowongan pekerjaan,” jelasnya kepada wartawan.

Ridwan Kamil menyalami para investor dalam dan luar negeri dalam WIJS 2019 di Bandung. WIJS membukukan 53 triliun komitmen investasi. (Courtesy: Humas Jabar)
Ridwan Kamil menyalami para investor dalam dan luar negeri dalam WIJS 2019 di Bandung. WIJS membukukan 53 triliun komitmen investasi. (Courtesy: Humas Jabar)

WIJS dihadiri 250 pengusaha dan investor dalam dan luar negeri dan mencatatkan 26 MOU para pihak. Emil berupaya meyakinkan investor untuk berbisnis di Jawa Barat yang dia sebut memiliki infrastruktur ‘relatif yang terbaik’.

“Termasuk ada rencana kalau industri membuka SMK atau vokasi di pabriknya, itu ada pembebasan pajak super deductible tax sampai 200 persen. Kalau mereka membangun pusat risetnya, itu super deductible tax-nya bisa sampai 300 persen,” tambahnya menjelaskan insentif bagi para investor.

Jabar Turut Promosikan 10 Proyek Kepada Investor

Dalam WIJS, pemprov Jabar turut mempromosikan enam proyek infrastruktur yakni Monorail Bandung Raya, Sistem Pengolahan Air Minum (SPAM) Bandung Raya, SPAM Jatigede, Tempat Pengolahan dan Pembuangan Akhir Sampah (TPPAS) Legoknangka, TPPAS CIayumajakuning, dan Aerocity Kertajati.

Di samping itu, Emil juga menawarkan kawasan industri Subang-Cirebon-Majalengka, serta tiga kawasan ekonomi khusus (KEK) di Lido, Sukabumi, dan Pangandaran. Tiga KEK ini rencananya adalah kawasan pariwisata. KEK Sukabumi dan Pangandaran diharapkan mendorong ekonomi Jabar bagian selatan yang lama tertinggal dengan industri di utara.

Pemprov Jabar mempromosikan 10 proyek kepada investor dalam ajang WIJS 2019. (Graphic: VOA/Rio Tuasikal)
Pemprov Jabar mempromosikan 10 proyek kepada investor dalam ajang WIJS 2019. (Graphic: VOA/Rio Tuasikal)

“Makanya tiga KEK yang sedang berjalan juga yang didaftarkan semua pariwisata. Pariwisata di Cikidang di Sukabumi, Pangandaran, dan pariwisata di Bogor yang MNC Land itu,” terangnya.

Executive Director British Chamber of Commerce in Indonesia (Britcham), Chris Wren, mengatakan Jawa Barat menarik untuk investasi.

"Inggris memiliki ketertarikan dan kredibilitas khusus pada teknologi modern dan pengembangan Smart City. Misalnya di Manchester, di mana teknologi telah digunakan nyaris di semua hal mulai dari pendidikan, komunikasi, dan hingga pembangunan industri,” ujarnya dalam konferensi pers.

Chris juga menilai Jabar ramah kepada investor.

"Menurut kami, Jawa Barat adalah salah satu provinsi yang ramah dan fleksibel dalam menjawab tantangan kemudahan berbisnis (ease of doing business),” tambahnya.

Jabar Kejar Target Investasi 120 Triliun

Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Doni Joewono, mengatakan investasi memang jadi salah satu sumber ekonomi Jabar. (VOA/Rio Tuasikal)
Kepala Perwakilan BI Jawa Barat, Doni Joewono, mengatakan investasi memang jadi salah satu sumber ekonomi Jabar. (VOA/Rio Tuasikal)

Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) semester I tahun 2019 mencatat, realisasi investasi di 27 Kabupaten/Kota Jawa Barat sebesar Rp 68,9 triliun. Angka itu sudah setengah dari target 2019 yakni Rp120 triliun.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Provinsi Jawa Barat, Doni Joewono mengatakan, investasi memang salah satu sumber ekonomi Jabar. Dua sumber lain adalah konsumsi rumah tangga dan belanja pemerintah. Ujar Doni, ekonomi Jabar bisa tumbuh di atas lima persen seperti tahun lalu.

“Walaupun tidak langsung value added-nya ada di 2019, kami bisa memperkirakan kalau realisasinya ada di tahun ini, kita bisa sama (pertumbuhannya) dengan tahun kemarin,” ujarnya dalam kesempatan yang sama. [rt/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG