Tautan-tautan Akses

Gedung Putih Tolak Upaya Kaitkan Trump dengan 'Supremasi Kulit Putih'


Penjabat kepala staf Gedung Putih, Mick Mulvaney
Penjabat kepala staf Gedung Putih, Mick Mulvaney

Gedung Putih hari Minggu (17/3) menolak upaya hendak mengaitkan Presiden Trump dengan golongan supremasi kulit putih yang dituduh menembak mati 50 orang di dua Masjid di Selandia Baru.

"Presiden Trump bukan supremasi kulit putih. Saya tidak tahu berapa kali kami harus menegaskan hal ini. Marilah kita lihat apa yang terjadi di Selandia Baru sebagaimana adanya: tindakan luar biasa sadis dan menyedihkan," tegas penjabat kepala staf Gedung Putih, Mick Mulvaney pada acara televisi ‘Fox News Sunday’.

Tersangka pelaku penembakan Brenton Harris Tarrant umur 28 tahun dan warganegara Australia, mengatakan dalam manifesto 74 halaman dan dirilis sejurus sebelum terjadi pembantaian di dua Masjid di Chrischurch bahwa ia memandang Trump sebagai "lambang kebangkitan identitas kulit putih dan tujuan bersama", tetapi ia tidak mendukung kebijakan Trump.

Pernyataan itu membuka kembali kecaman bahwa Trump bahwa tidak menyatakan dengan cukup tegas kutukannya terhadap nasionalis kulit putih.

Ketika ditanya hari Jumat (15/3) setelah pembantaian di kedua Masjid itu apakah ia melihat ada peningkatan dalam nasionalisme kulit putih, Trump menjawab, "Saya tidak melihat itu sebenarnya. Saya pikir ada sekelompok orang yang saya pikir punya masalah yang sangat-sangat gawat." Trump menambahkan bahwa ia belum melihat manifesto itu.

Mulvaney mengatakan, menurut hematnya memandang Tarrant sebagai pendukung Trump tidak lebih dan tidak kurang sama dengan memandang tulisan teroris dalam manifesto tadi bahwa ia pendukung Ketua Dewan Perwakilan Nancy Pelosi fraksi Demokrat atau sehaluan dengan anggota Dewan Perwakilan fraksi Demokrat Alexandria Ocasio-Cotez.

“Tarrant adalah seorang yang jiwanya terganggu, seorang jahat," kata Mulvaney.

Duta Besar Amerika untuk Selandia Baru, Scot Brown mengatakan kepada CNN bahwa ia tidak percaya atas komentar Tarrant mengenai Trump dalam manifesto tadi dan mengatakan tersangka pelaku pembantaian itu adalah manusia laknat. Brown menambahkan, ia berharap Tarrant di dijatuhi hukuman secepatnya.

Sementara itu, Senator Kirsten Gillibrand mengatakan lewat twitter setelah pembantaian itu, "Lagi lagi presiden ini merangkul dan menyemangati supremasi kulit putih dan alih-alih mengutuk rasis teroris, ia melindungi mereka. Ini tidak normal atau dapat diterima." (al)

XS
SM
MD
LG