Tautan-tautan Akses

Gangguan di Pelabuhan Kalimantan Sebabkan Keterlambatan Pengiriman Batu Bara


Para pekerja tambang mengoperasikan truk dan mesin di tambang batu bara milik PT Exploitasi Energi Indonesia Tbk di kabupaten Palaran, Samarinda, Kalimantan Timur. (Foto: Ilustrasi)

Indonesia menargetkan produksi 470 juta ton batu bara tahun ini, sebagian besar akan diekspor ke Asia.

Gangguan pengangkutan di pelabuhan-pelabuhan di Kalimantan Timur dan Selatan menyebabkan kekurangan pasokan batu bara di wilayah ekspor terpenting di dunia ini, mengakibatkan keterlambatan karena kapal-kapal harus menunggu untuk mengambil kargo baru.

Data pengiriman di Thomson Reuters Eikon dan jadwal pengangkutan pelabuhan yang dilihat Reuters menunjukkan bahwa 136 kapal ada di lepas pantai Indonesia pada Senin (6/2), menunggu mengambil batu bara.

Pelabuhan-pelabuhan dan zona-zona penjangkaran yang terdampak termasuk Samarinda, Kalimantan Timur, dan Taboneo, dekat ibukota Kalimantan Selatan, Banjarmasin.

Minggu lalu, jumlah kapal mencapai 108, menurut data tersebut. Kedua provinsi tersebut merupakan salah satu wilayah penambangan batu bara termal terbesar di dunia.

"Masalahnya adalah batu bara tidak bisa keluar karena otoritas lokal menghalanginya," ujar Pandu Sjahrir, Ketua Asosiasi Pertambangan Batu Bara Indonesia kepada Reuters, menambahkan bahwa para pedagang telah mengeluh kepadanya mengenai masalah ini.

Reuters tidak dapat mengukuhkan penyebab keterlambatan itu kepada otoritas pelabuhan.

Para pedagang mengatakan gangguan-gangguan itu kemungkinan besar akan berdampak pada harga-harga batu bara termal yang diangkut lewat laut, terutama dari Australia.

"Jika ada gangguan di Indonesia, para pembeli batu bara akan harus beralih ke sumber-sumber alternatif untuk memenuhi permintaan mereka, dan itu adalah batu bara Australia," ujar salah seorang pedagang.

Harga kargo batu bara Australia dari terminal Newcastle terakhir ditetapkan pada harga US$81 per ton.

Indonesia menargetkan produksi 470 juta ton batu bara tahun ini, sebagian besar akan diekspor ke Asia.

Di antara produsen batu bara terbesar adalah Bumi Resources, Adaro Energy dan Bukit Asam. [hd]

XS
SM
MD
LG