Tautan-tautan Akses

AS

Fox, Newsmax Ubah Tayangan Klaim soal Pilpres AS


Tim hukum Trump yang dipimpin pengacara Rudy Giuliani (tengah) (foto: dok).

Dua perusahaan teknologi pemilu yang namanya disebut-sebut dalam tuduhan palsu Presiden Trump mengenai luasnya kecurangan pemilih dalam pemilu presiden, menantang tuduhan tersebut. Ini menyebabkan jaringan berita Fox News dan Newsmax mengeluarkan pernyataan publik yang langka.

Pernyataan-pernyataan tersebut yang disampaikan selama akhir pekan dan Senin, keluar setelah perusahaan Smartmatic dan Dominion meningkatkan kemungkinan tindakan hukum atas pelaporan yang menurut kedua perusahaan itu merupakan kebohongan dan upaya memfitnah.

Kedua perusahaan disebut-sebut dalam pernyataan kampanye Trump bahwa perhitungan suara di negara bagian penting dimanipulasi untuk menguntungkan Presiden terpilih Joe Biden.

Kedua perusahaan menyangkal beberapa pernyataan yang dibuat mengenai mereka dan tidak ada bukti ada sistem pemilu yang dialihkan atau suara yang dihapus dalam pemilu 2020.

Segmen tayangan selama hampir dua menit ditayangkan selama akhir pekan oleh program Fox Business Network yang dipandu Lou Dobbs dan Fox News Channel Bersama Maria Bartiromo dan Jeanine Pirro.

Tayangan itu diudarakan beberapa hari setelah Smartmatic mengirim surat ancaman akan mengambil tindakan hukum terhadap Fox dan dua jaringan yang digemari pendukung Trump, Newsmax, dan One America News Network.

Segmen Fox selama dua menit itu diudarakan dalam bentuk tanya jawab antara penanya dan Eddie Perez, pakar teknologi pemilu dari Lembaga Teknologi Pemilu Open Source yang nonpartisan.

“Saya tidak melihat bukti apapun bahwa piranti lunak Smartmatic digunakan untuk menghapus, mengubah atau menyesuaikan apapun terkait tabulasi suara,” kata Perez.

Perusahaan itu mengatakan hanya terlibat dalam pemilu 2020 di Los Angeles.

Pengacara Trump, Rudolph Giuliani secara tidak benar mengklaim bahwa Smartmatic didirikan di Venezuela oleh mantan diktator Hugo Chavez untuk mengubah hasil pemilu.

Smartmatic didirikan di Florida tahun 2000. Pendirinya adalah warga Venezuela tapi perusahaan itu mengatakan Chavez tidak pernah terlibat dan pekerjaan terakhirnya di Venezuela dilakukan pada 2017 ketika piranti lunaknya mendapati pemerintah melaporkan jumlah pemilih yang salah. [my/jm]

XS
SM
MD
LG