Tautan-tautan Akses

Film "Crazy Rich Asians" Patahkan Stereotip Orang Asia


Para pendukung film Crazy Rich Asians, dari kiri: aktor Henry Golding, Constance Wu serta produser eksekutif/pengarang Kevin Kwon tiba pada pemutaran perdana "Crazy Rich Asians" di Los Angeles, AS, 7 Agustus lalu.

Crazy Rich Asians, sebuah komedi romantik yang dibuat oleh Jon Chu, memperagakan gemerlap orang-orang kaya, cantik, dan tampan.

Dengan latar belakang Singapura yang eksotis dan ultra-modern, film ini menyuguhkan sebuah dongeng modern dan membuat orang Asia bangga. Tetapi yang benar-benar membedakan film ini adalah upaya film ini untuk tidak memperagakan aktor-aktor Asia dalam stereotip yang acapkali digambarkan media.

Film ini dipetik dari buku Kevin Kwan yang berjudul sama, dan dimulai dengan pasangan Asia yang muda di New York. Rachel Chu diperankan oleh Constance Wu, seorang profesor ilmu ekonomi di New York University. Nick Young berasal dari Singapura.

Setelah berpacara selama lebih dari setahun, pasangan itu mulai serius tetapi masih belum beranjak ke perkawinan. Nick Young diperankan oleh Henry Golding, dan mengundang Rachel ikut ke perkawinan sahabatnya di Singapura. Nick berencana untuk memperkenalkan Rachel kepada keluarganya.

Constance Wu mengatakan, film ini tidak menyuguhkan citra orang Asia yang sudah klise, sebagai minoritas yang terpinggirkan di Amerika.

“Acapkali Hollywood berpendapat orang Asia itu punya citra tunggal. Seakan-akan tidak ada perbedaan antara warga Asia sebenarnya, dan warga Amerika keturunan Asia. Atau warga Inggris keturunan Asia, atau warga Australia keturunan Asia. Padahal ada perbedaan besar disana! Karena ada budaya yang berbeda. Film ini berusaha memperlihatkan perbedaan dan ini jarang terjadi," ungkapnya.

Pesan film ini dan sinematografinya yang mewah tampaknya berhasil. Crazy Rich Asians mencatat rekor dalam penjualan tiket, sehingga memberi harapan bahwa aktor-aktor Asia akhirnya bisa menjadi bagian dari Hollywood. [jm]

XS
SM
MD
LG