Tautan-tautan Akses

Facebook Disebut 'Gangster Digital' yang Sebar Berita Palsu


Ilustrasi logo Facebook di atas bendera Uni Eropa (foto: ilustrasi).

Laporan parlemen Inggris hari Senin (18/2) menyebut Facebook sebagai "gangster digital" yang gagal melawan penyebaran berita palsu dan melanggar privasi data.

Hasil investigasi anggota parlemen selama 18 bulan terhadap perusahaan teknologi dan disinformasi juga menuduh platform media sosial terbesar di dunia itu berusaha menyembunyikan sejauh mana campur tangan Rusia dalam pemilu luar negeri.

Facebook diserang atas tanggapannya terhadap dugaan penggunaan berita menyesatkan oleh Rusia dan menarget iklan untuk memengaruhi pemilihan presiden Amerika tahun 2016 dan rangkaian suara Eropa.

Para eksekutif Facebook juga dituduh berusaha menyembunyikan atau menekan bukti yang muncul dari campur tangan asing yang diungkapkan para teknisinya.

Ketua komisi parlementer Damian Collins menyatakan Facebook "dengan sengaja hendak menyulitkan tugas kami dengan memberi jawaban yang tidak lengkap, tidak jujur, dan terkadang menyesatkan atas pertanyaan kami".

Salah seorang pendiri dan ketua Facebook, Mark Zuckerberg, menolak tiga permintaan untuk tampil di muka komisi itu. (ka)

XS
SM
MD
LG