Tautan-tautan Akses

AS

Facebook Dikecam oleh Beberapa Media AS


CEO Facebook, Mark Zuckerberg, dikecam karena tunduk pada "sensor" pemerintah Vietnam (foto: dok).

Facebook hari Senin (25/10) dikecam dengan laporan pedas dari setidaknya selusin media AS berdasar dokumen internal, hanya beberapa jam sebelum perusahaan itu merilis laporan pendapatannya.

Raksasa media sosial itu menghadapi banyak kecaman setelah mantan karyawannya, Frances Haugen membocorkan studi internal yang menunjukkan perusahaan itu mengetahui potensi bahaya yang dipicu oleh situsnya, sehingga mendorong anggota Kongres AS memperbarui desakan untuk menyusun peraturan.

Laporan hari Senin itu menyalahkan CEO Facebook, Mark Zuckerberg karena tunduk pada sensor di Vietnam. Terbukti bahwa Facebook membiarkan pidato kebencian berkembang secara internasional, karena keterbatasan bahasa dan mengatakan, mereka mengetahui algoritmenya memperbesar perbedaan pendapat yang memecah-belah lewat daring.

"Facebook Papers sangat memberatkan, mengganggu, memuakkan, dan seharusnya mengarah pada tindakan cepat di tingkat federal," cuit profesor hukum Universitas Fordham, Zephyr Teachout, merujuk pada nama panggilan yang terlampir pada kebocoran itu.

Facebook membantah laporan itu dan menuduhnya sebagai publikasi selektif dari sebagian studi internalnya yang bertujuan menggambarkan jaringan sosial yang digunakan oleh miliaran orang itu dalam pencitraan yang buruk dan tidak akurat.

Perusahaan itu hari Senin merilis pendapatan kuartalannya yang meningkat pesat selama periode pandemi, ketika sebagian besar dunia menggunakan medsos daring itu, sambil berlindung di rumah untuk menghindari virus COVID-19. [ps/jm]

XS
SM
MD
LG