Tautan-tautan Akses

Evakuasi di Suriah Dilakukan Sepanjang Hari Hingga Malam


Para pengungsi dari dua desa Syiah, al-Foua dan Kefraya, mengendarai bus dari kawasan pemberontak di al-Rashideen, Aleppo, Suriah, Kamis (22/12).

Palang Merah Internasional memperkirakan evakuasi ribuan warga Suriah akan terus berlangsung sepanjang hari Kamis (22/12) ini hingga malam hari.

Palang Merah Internasional memperkirakan evakuasi ribuan orang warga Suriah yang masih menunggu berangkat dari Aleppo dan dua desa yang dikepung pemberontak di provinsi Idlib akan terus berlangsung sepanjang hari ini hingga malam hari, tetapi mengingatkan cuaca buruk akan memperlambat proses tersebut.

Palang Merah Internasional membantu evakuasi itu dan mengatakan menjelang hari Kamis kira-kira 34 ribu orang telah meninggalkan Aleppo timur, yang dikuasai pemberontak selama 4 tahun dalam usaha mereka untuk menggulingkan Presiden Bashar al-Assad. Jumlah tersebut mencakup 4 ribu lasykar pemberontak yang berangkat malam hari.

Ratusan lagi telah berangkat dari Fouad an Kefraya, desa di Idlib yang dituntut oleh pemerintah agar tercakup dalam persetujuan evakuasi.

Seorang jurubicara Palang Merah Internasional mengatakan sebelumnya hari Kamis salju lebat, angin dan suhu yang sangat dingin dapat mengakibatkan operasi pengungsian lebih lama.

“Sekarang langkah berikut adalah untuk melihat kemana orang diungsikan, dan apakah mereka dalam musim dingin ini tidak akan menderita lebih jauh,” kata Utusan Khusus PBB untuk Suriah, Steffan de Mistura, di Jenewa, dan memperingatkan bahwa Idlib, di mana banyak pengungsi pergi, “secara teori dapat menjadi Aleppo berikut.”

Segera setelah pengungsian selama seminggu itu selesai, pemerintahan Assad akan mempunyai kekuasaan penuh di Aleppo, kota yang berpenduduk paling besar negara itu sebelum perang, untuk pertama kalinya sejak tahun 2012.

Sementara itu, PBB mengeluarkan laporan hari Rabu yang mengatakan serangan udara bertanggung jawab atas kehancuran konvoi bantuan di Urem al-Kubra, dekat Aleppo, bulan September.

Serangan itu menewaskan paling sedikit 10 orang, mencederal 22 lainnya dan menghancurkan 17 truk bantuan kemanusiaan.

PBB mengatakan mereka tidak dapat menyimpulkan apakah serangan udara itu disengaja atau siapa yang bertanggung-jawab atas serangan tersebut. Penyelidikan mendapati bahwa hanya pesawat milik Suriah, Rusia atau koalisi yang dipimpin oleh Amerika mampu melakukan serangan demikian, dan bahwa pasukan pemberontak tidak mampu.

Para pejabat Amerika telah mengatakan mereka yakin Rusia bertanggung-jawab, tetapi pemerintah Rusia telah membantah keterlibatan.

Juga hari Rabu, Majelis Umum PBB menyetujui resolusi untuk membentuk panel independen untuk menyelidiki kemungkinan kejahatan perang dalam konflik enam tahun Suriah itu. [gp]

XS
SM
MD
LG