Tautan-tautan Akses

Evakuasi 69 ABK Diamond Princess Diperkirakan Minggu


Anak buah kapal yang dievakuasi dari kapal pesiar World Dream tiba di kapal rumah sakit TNI AL Dr. Soeharso yang berlabuh di Selat Durian, Riau, 26 Februari 2020. (Foto: TNI via Reuters)

Evakuasi untuk 69 Anak Buah Kapal (ABK) kapal pesiar Diamond Princess diperkirakan akan berlangsung akhir pekan ini.

Dr. Achmad Yurianto, Sekretaris Ditjen Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) di Kementerian Kesehatan mengatakan pemerintah berencana mengevakuasi ABK Diamond Princess dengan penerbangan A330 GIA dari Jepang menuju Jakarta, Minggu (1/3).

Seperti halnya ABK kapal pesiar World Dream, para ABK Diamond Princess juga dikarantina di Pulau Sebaru Kecil. Mereka akan diberangkatkan dengan difasilitasi oleh TNI.

Wayan Sudiartha ABK Diamond Princess (Foto: pribadi)
Wayan Sudiartha ABK Diamond Princess (Foto: pribadi)

Wayan Sudiartha (24), ABK Diamond Princess, sejak 5 Februari 2020 terperangkap di dalam kapal yang dikarantina di Yokohama. Yan Artha, demikian ia dipanggil, mengatakan 200 ABK di kapal itu khawatir tertular virus korona, seperti yang dialami dua rekan kerjanya asal Bali. Kedua rekan kerja Yan Artha dinyatakan positif mengidap korona dan tengah dirawat di rumah sakit di Jepang.

Sembilan WNI ABK kapal pesiar ini telah dinyatakan positif korona.

“Kekhawatiran ada pasti, karena masih dalam lingkup kapal yang sama,” kata Yan Artha. Ia mengatakan tidak ada yang bisa dilakukan selain menunggu evakuasi secepatnya dan siap menjalani karantina di Pulau Sebaru Kecil.

Yan Artha mengatakan 69 ABK Diamond Princess yang dinyatakan negatif, telah diberitahu akan dievakuasi dengan pesawat udara pada 1 Maret 2020 dari Yokohama. Meski prihatin dan tetap bekerja hingga 10 jam sehari, ia mengatakan masih bersyukur bisa berkomunikasi dengan keluarganya di Lampung melalui internet yang tersedia di kapal pesiar ini.

Evakuasi ABK World Dream dari KRI dr. Soeharso di perairah Kepulauan Seribu menuju Pulau Sebaru Kecil. (Foto: Dinas Penerangan AL RI)
Evakuasi ABK World Dream dari KRI dr. Soeharso di perairah Kepulauan Seribu menuju Pulau Sebaru Kecil. (Foto: Dinas Penerangan AL RI)

Ketua Persatuan Pelaut Indonesia Cabang Bali, Serikat Pekerja Pelaut di Indonesia yang berafiliasi secara internasional, Dewa Susila mengatakan ada sekitar 15- 24 pelaut asal Bali di antara 77 WNI ABK di kapal Diamond Princess dan puluhan lagi lainnya di kapal World Dream.

“Anggota kami secara resmi berjumlah 24 ribu dari sekian ratus ribu pelaut,” kata Dewa Susila. Ia menambahkan banyak keluarga di Bali tidak mengetahui status kesehatan kerabat mereka yang bekerja di kapal Diamond Princess.

Dewa Susila juga mengatakan perlindungan hukum bagi para pelaut Indonesia masih sangat lemah.

“Seperti sekarang, misalnya, force majeure masalah korona ini kemudian insiden di atas kapal ini sangat lemah payung hukumnya” ujarnya.

ABK World Dream dari KRI dr. Soeharso di perairan Kepulauan Seribu tiba di Pulau Sebaru Kecil. (Foto: Dinas Penerangan AL RI)
ABK World Dream dari KRI dr. Soeharso di perairan Kepulauan Seribu tiba di Pulau Sebaru Kecil. (Foto: Dinas Penerangan AL RI)

Sementara itu, 188 Anak Buah Kapal (ABK) dari Kapal Pesiar World Dream, Jumat (28/2) siang telah tiba di perairan Pulau Seribu dan dipindahkan dari Kapal RS AL dr. Soeharso menggunakan landing unit menuju Pulau Sebaru.

Kepala Dinas Penerangan Angkatan Laut (Kadispenal) Laksamana Pertama TNI Mohamad Zaenal mengatakan para ABK World Dream ini akan diterima oleh tim terpadu. Mereka akan berada di bawah Panglima Komando Gabungan Wilayah Pertahanan I dan otoritas kesehatan terkait, di Pulau Sebaru.

ABK World Dream dari KRI dr. Soeharso di perairan Kepulauan Seribu di Pulau Sebaru Kecil. (Foto: Dinas Penerangan AL RI)
ABK World Dream dari KRI dr. Soeharso di perairan Kepulauan Seribu di Pulau Sebaru Kecil. (Foto: Dinas Penerangan AL RI)

Mohamad Zaenal mengatakan secara umum evakuasi berjalan mulus dan lancar tanpa hambatan. [my/ft]

XS
SM
MD
LG