Tautan-tautan Akses

Virus Korona Makin Bikin Cemas, Bursa Saham di Seluruh Dunia Ambyar


Tajuk berita terpampang di layar televisi di lantai perdagangan Bursa Saham New York, 27 Januari 2020. (Foto: AP)

Pasar-pasar saham di seluruh dunia kembali terjungkal ke zona merah pada Kamis (27/2) sore. Tren penurunan memperburuk kerugian seminggu terakhir ini akibat meningkatnya kecemasan bahwa virus korona akan menimbulkan malapetaka pada perekonomian dunia.

Aksi jual secara besar-besaran membuat saham-saham Amerika mengalami penurunan paling tajam dalam satu hari sejak tahun 2011.

Dow Jones Industrial Average terjun bebas hampir 1.200 poin. Sementara Standard & Poor 500 anjlok 12 persen dari rekor tertinggi yang dicapai minggu lalu. Hal ini membuat indeks pasar saham berada dalam apa yang disebut para pengamat pasar sebagai “koreksi,” yang menurut sejumlah analis sebenarnya telah lama tertunda.

Saham-saham kini menuju ke minggu terburuk sejak Oktober 2008 ketika terjadi krisis keuangan global.

Kerugian tersebut memperpanjang penurunan nilai saham yang telah menghapus kenaikan saham-saham indeks utama awal tahun ini.

Ketika memasuki 2020, para investor merasa yakin bahwa Bank Sentral Amerika akan mempertahankan suku bunga pada tingkat rendah dan bahwa perang dagang AS-China tidak akan terlalu mengancam keuntungan perusahaan setelah kedua pihak mencapai kesepakatan pada awal Januari. Bahkan pada hari-hari pertama terjadinya wabah virus korona, pasar masih stabil.

Namun, dalam dua minggu terakhir ini, daftar perusahaan besar yang mengeluarkan peringatan tentang kemungkinan akan membukukan kerugian, bertambah. Sementara itu, penutupan sejumlah pabrik di seluruh China mengganggu rantai pasokan dan konsumen di negara itu juga enggan belanja.

Perjalanan dari dan menuju ke China telah sangat dibatasi. Saham-saham maskapai penerbangan, hotel dan operator kapal pesiar telah ‘dihukum’ oleh pasar saham. Ketika virus merebak di luar China, pasar mulai khawatir kalau masalah ekonomi di China akan memuncak secara global.

Salah satu isyarat itu adalah penurunan tajam harga minyak, yang merosot di tengah harapan bahwa permintaan juga akan menurun tajam. [em/ft]

XS
SM
MD
LG