Tautan-tautan Akses

Erdogan Kecam Tuntutan AS agar Turki Jamin Keselamatan Pejuang Kurdi di Suriah


Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara hari Selasa (8/1) mengecam tuntutan oleh Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton.
Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan di Ankara hari Selasa (8/1) mengecam tuntutan oleh Penasihat Keamanan Nasional AS, John Bolton.

Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan hari Selasa (8/1) mengatakan Penasihat Keamanan Nasional Amerika John Bolton membuat “kesalahan yang sangat serius” ketika menuntut Turki menjamin keselamatan para pejuang Kurdi di bagian timur laut Suriah, sebelum Amerika menarik mundur seluruh pasukannya dari negara itu.

Mengkritisi pernyataan Bolton awal minggu ini, Erdogan dikutip sebagai mengatakan “tidak ada konsesi” yang akan diberikan Turki terhadap apa yang digambarkan pemimpin Turki itu sebagai kelompok teror di Suriah. Turki membantah bahwa pihaknya telah berjanji pada Amerika tentang jaminan keselataman milisi yang dikenal sebagai Unit Perlindungan Rakyat Kurdi di Suriah atau YPG.

Erdogan menyampaikan pernyataannya itu setelah Bolton datang ke Ankara untuk berkonsultasi dengan pejabat-pejabat pemerintahnya. Erdogan tidak bertemu Bolton. Bolton hanya bertemu dengan pejabat-pejabatnya, antara lain juru bicara kepresidenan Ibrahim Kalin dan Menteri Pertahanan Hulusi Akar.

Kalin mengatakan kepada wartawan bahwa “tidak seorang pun seharusnya berharap Turki akan memberikan jaminan terhadap sebuah organisasi teror.”

Seorang pejabat senior Amerika mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa Bolton tidak merasa Erdogan menghinanya karena rencana pertemuan keduanya memang belum dikukuhkan. Menurut Reuters, Bolton diberitahu bahwa Turki tidak akan mengambil tindakan ofensif di Suriah selama pasukan Amerika berada di sana.

Amerika mendukung YPG dalam perang melawan ISIS. Sementara Turki selama ini mengaitkan YPG dengan Partai Pekerja Kurdistan (PKK), sebuah kelompok Kurdi yang selama lebih dari sepuluh tahun ini melancarkan perang di bagian tenggara Turki. Turki, Amerika dan Uni Eropa telah mengkategorikan PKK sebagai organisasi teroris.

Bolton ditolak ketika berupaya merundingkan keselamatan sekutu Kurdi mereka di bagian timur laut Suriah. Perundingan itu berlangsung selama dua jam. Juru bicara Bolton, Garrett Marquis, mengatakan perundingan antara pejabat-pejabat Amerika dan Turki akan dilanjutkan hari Selasa. Turki dan Amerika adalah sekutu NATO.

Presiden Amerika Donald Trump pada 19 Desember 2018 mengumumkan penarikan mundur 2.000 personil tentara Amerika di Suriah, yang berada di sana sebagai bagian dari upaya melawan ISIS. Juru bicara Pentagon, Sean Robertson, hari Senin (7/1) mengatakan “sebuah kerangka kerja penarikan mundur pasukan yang telah disepakati” sudah disiapkan dan tidak terkait dengan “tenggat waktu yang ada.”

Erdogan juga menegaskan bahwa militernya telah merencanakan serangan baru terhadap kelompok-kelompok teror di Suriah, dan rencana itu “sebagian besar” telah siap.

Dalam artikel opini yang dipublikasikan di situs New York Times hari Senin, Erdogan memuji Trump karena membuat “keputusan tepat untuk menarik mundur pasukan dari Suriah.” Seorang pejabat tinggi Kurdi di Suriah mengatakan kepada Associated Press bahwa pasukannya siap menghadapi pasukan Turki jika mereka memasuki timur laut Suriah.

Penarikan pasukan Amerika dari Suriah dapat membuat pasukan Turki maju melawan pasukan Kurdi.

Tetapi Erdogan juga mengingatkan bahwa Turki akan terus berupaya mengalahkan seluruh kelompok teror, termasuk YPG. (em)

Recommended

XS
SM
MD
LG