Tautan-tautan Akses

Empat Warga Thailand Diekstradisi ke Malaysia Terkait Penemuan Kuburan Massal 2015


Peta ilustrasi yang menunjukkan rute yang ditempuh oleh pengungsi Rohingya untuk mencapai Malaysia dari Bangladesh melalui jalur laut. (Foto: AP)
Peta ilustrasi yang menunjukkan rute yang ditempuh oleh pengungsi Rohingya untuk mencapai Malaysia dari Bangladesh melalui jalur laut. (Foto: AP)

Empat warga negara Thailand, pada Kamis (22/6), diekstradisi ke Malaysia di mana mereka akan diadili atas penemuan kuburan massal yang terkait dengan perdagangan manusia, ujar menteri dalam negeri Malaysia.

Lebih dari seratus mayat ditemukan pada tahun 2015 terkubur jauh di dalam hutan Malaysia di sepanjang wilayah perbatasan dengan Thailand. Penemuan tersebut memicu penyelidikan penyelundupan manusia di negara Asia Tenggara.

Wilayah itu telah lama menjadi pintu gerbang bagi Muslim Rohingya yang teraniaya dan melarikan diri dari kekerasan di negara asal mereka Myanmar serta migran ekonomi dari Bangladesh.

Penyelundup pada tahun-tahun sebelumnya telah membawa puluhan ribu warga Rohingya dalam perjalanan berbahaya melalui jalur darat dan laut ke Malaysia, negara mayoritas Muslim yang relatif makmur dan aman.

Menteri Dalam Negeri Saifuddin Nasution mengatakan Malaysia pada 2017 telah meminta Thailand untuk mengekstradisi 10 warganya yang diyakini terkait kasus tersebut.

"Hasil kerja sama yang baik antara kedua negara, empat dari 10 orang berhasil dilacak," kata Saifuddin dalam keterangannya.

Ia mengatakan pengadilan Thailand mengeluarkan perintah penangkapan pada Maret untuk menyerahkan empat tersangka ke Malaysia sebelum mereka diekstradisi pada Kamis.

Keempat individu yang tidak disebutkan namanya itu akan menghadapi dakwaan yang belum ditentukan di pengadilan negara bagian Perlis, wilayah utara Malaysia, mulai Jumat (23/6).

Sebuah laporan tahun 2019 yang disusun oleh komisioner hak asasi manusia Malaysia dan sebuah kelompok hak asasi mengatakan sindikat penyelundupan manusia beroperasi di daerah tersebut dari 2012 hingga 2015.

Migran dilaporkan ditahan di kamp hutan yang tidak manusiawi di mana mereka menghadapi kekerasan fisik dan sering tidak diberi akses yang memadai untuk makanan dan air. [my/rs]

Forum

Recommended

XS
SM
MD
LG