Tautan-tautan Akses

Emir Baru Kuwait Serukan Persatuan Nasional Jelang Pemilu


Pria Kuwait tiba untuk memberikan suara mereka selama pemilihan parlemen di tempat pemungutan suara di Kuwait City, Kuwait, 26 November 2016. (Foto: Reuters)

Emir Kuwait Sheikh Nawafal-Ahmad al-Sabah, Selasa (20/10), menyerukan persatuan nasional untuk menghadapi semua tantangan yang dihadapi negara Teluk itu, dalam pidatonya di hadapan parlemen, menjelang pemilu legislatif pada 5 Desember.

Pemilu itu berlangsung pada saat negara OPEC yang kaya ini menghadapi krisis likuiditas akibat rendahnya harga minyak dan pandemi virus corona, sementara pemerintah berusaha meningkatkan keuangan negara untuk menutup defisit anggaran.

“Persatuan nasional telah terbukti merupakan senjata terbaik dalam menghadapi tantangan, bahaya dan krisis,” kata emir yang mulai menjabat bulan lalu setelah kematian pendahulunya.

Bentrokan yang sering terjadi antara kabinet dan parlemen telah mengakibatkan perombakan pemerintah dan pembubaran parlemen secara berturut-turut, sehingga menghambat usaha-usaha investasi dan reformasi.

Parlemen Kuwait, badan legislatif tertua di kawasan Teluk, memiliki kewenangan untuk memblokir RUU dan menginterogasi para menteri.

Berpidato pada pembukaan sidang tambahan parlemen, emir itu mengatakan negara akan melanjutkan pendekatan yang diambil emir sebelumnya. Ia juga menegaskan bahwa Kuwait masih berkomitmen terhadap demokrasi, konstitusi dan aturan hukum.

Kabinet Kuwait, Senin (19/10), menyetujui rancangan dekrit untuk penyelenggaraan pemilu parlemen pada 5 Desember. Emir tersebut masih harus menyetujui dekrit itu. [ab/ka]

XS
SM
MD
LG