Tautan-tautan Akses

Ebola Menyebar di Kongo, Yatim Piatu Meningkat


Esperance Nabintu dan anak laki-lakinya yang berusia satu tahun, Ebenezer Fataki, kembali ke rumah setelah dinyatakan sembuh dari Ebola, di Goma, Kongo, 13 Agustus 2019. (Foto: AP)

Dana anak-anak PBB (UNICEF) melaporkan jumlah anak-anak yatim piatu karena Ebola atau terpisah dari orang tua mereka karena penyakit di Republik Demokratik Kongo timur meningkat lebih dari dua kali lipat sejak April.

Sejak epidemi itu diumumkan lebih dari satu tahun yang lalu, badan-badan bantuan telah mencatat sebanyak 1.380 anak yang kehilangan satu atau kedua orang tuanya akibat Ebola. Selama periode yang sama, hampir 2.470 anak-anak telah dipisahkan dari orang tuanya yang menjalani perawatan penyakit ini atau diisolasi karena mereka telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi.

Angka-angka Organisasi Kesehatan Dunia menyebut jumlah kasus Ebola mencapai 2.831, termasuk hampir 1.900 kematian. Juru bicara UNICEF Marixie Mercado mengatakan lebih banyak lagi anak-anak yang jatuh sakit dan meninggal dalam epidemi ini dari pada yang sebelumnya.

“Dalam epidemi ini, sekitar 30 persen kasus dialami anak-anak. Sedangkan dalam epidemi sebelumnya, proporsinya sekitar 20 persen. Pada 4 Agustus, ada 787 anak di bawah 18 yang terinfeksi Ebola dan ada 527 kematian,” papar Marixie Mercado.

Mercado mengatakan anak-anak dalam tekanan besar dan membutuhkan perawatan fisik, psikososial, dan sosial secara ekstensif. Mengingat lebih dari dua kali lipat anak membutuhkan bantuan, ia mengatakan layanan khusus ini harus segera ditingkatkan. Terutama di Beni, yang memiliki jumlah terbanyak anak-anak yang terimbas Ebola.

Seorang asisten perawat sedang merawat bayi di Pusat Perawatan Ebola di Butembo, 13 Agustus 2019. (Unicef)
Seorang asisten perawat sedang merawat bayi di Pusat Perawatan Ebola di Butembo, 13 Agustus 2019. (Unicef)

Untuk anak-anak yang kedua orang tuanya meninggal, tim berupaya menempatkan mereka dengan kerabat atau keluarga asuh karena anak-anak tersebut memiliki kebutuhan jangka panjang, kata Mercado. Namun, hal itu juga tidak mudah karena adanya beban ekonomi untuk membesarkan anak-anak tambahan dan ketakutan terjangkitnya penyakit, tambahnya.

“Ini seringkali membutuhkan kesabaran mediasi serta dukungan keuangan untuk makanan, biaya sekolah, dan kebutuhan dasar lainnya,” ujarnya.

Ebola Menyebar di Kongo, Yatim Piatu Meningkat
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:42 0:00

Juru bicara UNICEF itu mengatakan kepada VOA bahwa pekerjaan yang dilakukan oleh para pembantu psikososial sangat penting karena stigma terhadap anak yatim Ebola sangat kuat.

Ia mengatakan anak-anak yang telah melakukan kontak dengan orang yang terinfeksi virus sering ditolak oleh keluarga dan komunitas yang yakin mereka akan jatuh sakit. Ini, kata Mercado, adalah saat di mana para pekerja sosial masuk untuk meyakinkan orang-orang bahwa mereka tidak perlu takut dan memberikan perhatian penuh kasih kepada anak-anak itu akan membantu perkembangan mereka. [my/jm]

Lihat komentar

XS
SM
MD
LG