Tautan-tautan Akses

Dubes Iran di PBB Tuduh AS Lakukan Intervensi Terang-terangan


Gholamali Khoshroo, Duta Besar Iran untuk PBB (foto: dok).

Para demonstran pro dan anti-pemerintah Iran hari Rabu (3/1) turun ke jalan, sementara Amerika menjanjikan bantuan kepada rakyat Iran, dan Duta Besar Iran untuk PBB menuduh Amerika melakukan intervensi terang-terangan.

Keresahan telah berlangsung selama sepekan dengan para demonstran memrotes masalah-masalah ekonomi dan menyerukan reformasi pemerintah. Sekurang-kurangnya 21 orang telah tewas dan pihak berwenang telah menahan puluhan orang.

Media resmi Iran menunjukkan video unjuk rasa pendukung pemerintah hari Rabu, sementara video protes anti-pemerintah di beberapa kota menyebar di media sosial.

“Hari ini kami dapat mengumumkan berakhirnya pergolakan tahun 2018,” kata Mohammad Ali Jafari, komandan Garda Revolusi Islam di websitenya. Ia menambahkan, jumlah demonstran tidak lebih dari 15 ribu orang di seluruh Iran. Menurutnya, Garda Revolusi telah mengerahkan sejumlah terbatas pasukan di Isfahan, Larestan dan Hamadan.

Presiden Donald Trump melalui Twitter menyatakan dukungan untuk rakyat Iran yang tidak puas dengan pemerintah mereka.

“Saya menaruh respek pada rakyat Iran yang berusaha melawan pemerintah yang korup,” kata Trump. “Kalian akan mendapat dukungan besar dari Amerika pada saat yang tepat!” Tidak jelas bantuan seperti apa yang dimaksudkan Trump.

Para pemimpin Iran, termasuk Pemimpin Agung Ayatollah Ali Khamenei, menuduh pemerintah negara-negara asing mendalangi protes.

Duta besar Iran untuk PBB, Gholamali Khoshroo, hari Rabu mengirim surat kepada Dewan Keamanan PBB dan Sekjen PBB Antonio Guterres mengatakan bahwa dalam serangkaian cuitan yang absurd, Trump dan Wakil Presiden Mike Pence menghasut rakyat Iran agar melakukan tindak-tindak disruptif.

“Pemerintah Amerika telah melampaui batas dengan melanggar aturan dan prinsip hukum internasional yang mengatur perilaku layak dalam hubungan internasional," tulis Khoshroo.

Delegasi Amerika di PBB telah minta Dewan Keamanan PBB agar melangsungkan sidang darurat untuk membahas protes di Iran, tetapi sebegitu jauh belum ada jadwal untuk itu.

Sementara itu dalam wawancara dengan VOA Pence mengutip kesediaan tanpa ragu dari Trump untuk mendukung para demonstran.

Di Jenewa, Komisaris Tinggi PBB Urusan Hak Asasi Zeid Ra'ad Al Hussein menekankan hak rakyat Iran untuk menyuarakan keluhan mereka, dan semua kematian dan kecederaan berat harus diselidiki. Ia mengimbau agar pihak berwenang menangani gelombang protes di seluruh pelosok Iran dengan berhati-hati agar tidak mengobarkan kekerasan dan keresahan lebih jauh.

Protes ini merupakan unjuk rasa ketidakpuasan terbesar rakyat Iran terhadap para pemimpin keagamaan Iran sejak demonstrasi tahun 2009 memrotes hasil pemilihan presiden yang disengketakan. [ds]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG