Tautan-tautan Akses

AS

Dua Politisi Republik Beda Pendapat Soal Sidang Pemakzulan Trump


Ketua DPR AS Nancy Pelosi menunjukkan naskah pasal pemakzulan terhadap Presiden Donald Trump sebelum melimpahkan kasus tersebut ke Senat untuk disidangkan di Capitol Hill, Washington, 13 Januari 2021.

Dua senator terkemuka dari Partai Republik Amerika Serikat (AS), yaitu Marco Rubio dan Mitt Romney, berbeda pendapat pada Minggu (24/1) mengenai sidang pemakzulan mantan presiden Donald Trump yang akan datang.

Senator Marco Rubio, di Capitol Hill, Washington, Juni 2020.
Senator Marco Rubio, di Capitol Hill, Washington, Juni 2020.

Trump dari Partai Republik, dituduh menghasut pemberontakan dalam penyerbuan Gedung Capitol AS oleh ratusan pendukungnya pada 6 Januari.

Rubio, seorang Senator dari negara bagian Florida, mengatakan kepada “Fox News Sunday” bahwa Trump "memikul tanggung jawab atas sebagian dari apa yang terjadi." Namun Rubio mengatakan dia menentang sidang di Senat setelah DPR memakzulkan Trump.

“Ini bukan pengadilan kriminal," kata Rubio. "Ini adalah proses politik dan akan memicu perpecahan yang telah melumpuhkan negara ini."

Senator Mitt Romney, Januari 2020.
Senator Mitt Romney, Januari 2020.

Romney, seorang senator dari negara bagian Utah dan kandidat presiden Partai Republik pada 2012, mengatakan kepada CNN, "Saya yakin menghasut pemberontakan merupakan suatu pelanggaran yang bisa menyebabkan (presiden) dimakzulkan. Jika tidak, lalu apa?"

Romney mengatakan dia yakin Trump "ikut terlibat dalam serangan yang belum pernah terjadi terhadap demokrasi kita."

Dalam demonstrasi di dekat Gedung Putih hari itu, Trump mendorong para pendukungnya untuk berpawai ke Capitol dan memperjuangkan dirinya ketika para anggota Kongres berdebat menjelang pengesahan suara Elektoral College yang memperlihatkan Trump kalah dari Presiden Joe Biden. Biden dilantik pekan lalu sebagai presiden ke-46. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG