Tautan-tautan Akses

AS

DPR, Senat AS Hampir Sepakati RUU Anti Robocall


Daftar telepon masuk dari telemarketer di sebuah telepon genggam milik seorang pelanggan layanan AT&T di Orlando, Florida, 1 Agustus 2017. (Foto: dok).

Cara-cara pemasaran menggunakan rekaman telepon atau yang disebut "robocall" kerap membuat orang jengkel. Warga Amerika sudah lama menginginkan pemerintah mengambil tindakan terhadap para penelpon yang tidak diinginkan ini atau bahkan membuat peraturan terkait telepon yang dioperasikan secara otomatis ini. DPR dan Senat Amerika kini tampaknya hampir mendekati RUU yang mengatur hal ini.

Tampaknya RUU anti-Robocall akan dikirim ke Presiden Donald Trump tahun ini, untuk membantu mengatasi masalah yang membuat geram di AS.

Para pemimpin DPR dan Senat, hari Jumat lalu (15 November 2019) mengatakan mereka pada prinsipnya telah mencapai kesepakatan untuk menggabungkan dua RUU untuk mengatasi panggilan telepon otomatis bertubi-tubi kerap untuk beriklan/ pemasaran yang disebut Robocall.

RUU DPR itu mendapat kemajuan lebih baik daripada versi Senat.‚Äč

Upaya Memberantas Maraknya Penipuan lewat Telepon Termasuk "Robocall"
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:02:50 0:00

Pada April 2019, Senator Richard Blumenthal, Demokrat dari Connecticut memperkenalkan kembali apa yang disebut RUU ROBOCOP yang mengharuskan perusahaan telepon seluler untuk menyediakan teknologi pemblokiran panggilan-robot secara gratis kepada pelanggan mereka.

"Undang-undang ROBOCOP mengembalikan kekuasaan kepada konsumen dengan mewajibkan perusahaan telepon menyediakan teknologi efektif yang memblokir panggilan yang tidak diinginkan tanpa biaya kepada konsumen," kata Senator Richard Blumenthal.

Rincian mengenai apa yang ada dalam RUU final masih dinantikan, namun legislator mengatakan akan mewajibkan perusahaan telepon untuk memverifikasi bahwa nomor yang menelpon itu benar ada, dan bisa memblokir telepon-telepon iklan secara gratis. RUU ini juga akan memberi keleluasaan pemerintah untuk menindak para penipu.

RUU anti Robocall ini adalah upaya penindakan terbaru didasarkan pada langkah-langkah jaksa negara bagian dan Komisi Komunikasi Federal / FCC serta perusahaan telepon.

Perusahaan-perusahaan telepon telah meluncurkan alat verifikasi setelah diminta oleh regulator. Ini untuk meyakinkan pelanggan bahwa nomor yang muncul di ponsel mereka sebenarnya adalah nomor yang memanggil, dan bukan penipu atau pemalsuan, nomor untuk mengusahakan orang mengangkat. Nomor-nomor bisa dipalsukan misalnya agar terlihat seperti berasal dari kantor pajak IRS atau nomor dengan kode area yang sama seperti kita. Tetapi agar sukses mengatasi hal ini semua operator perlu menerapkan sistem anti pemalsuan.

Perusahaan telekomunikasi juga menawarkan aplikasi pemblokiran panggilan telepon untuk telepon pintar dan banyak telepon rumah, meskipun tidak selalu gratis. FCC pada bulan Juni memberi perusahaan telkom izin untuk mengaktifkan pemblokiran panggilan secara otomatis. Meskipun alat itu telah tersedia sebelumnya, pelanggan mungkin tidak pernah menanyakannya.

Robocalls menjadi cara yang tidak bisa dihindarkan karena biaya pengiriman surat menjadi turun dan sulit melakukan pemasaran melalui telepon. Vendor teknologi YouMail mengatakan ada 5,7 miliar panggilan telepon dari penipu, telemarketer, penagih utang, dan lainnya pada Oktober. Namun, tidak semua panggilan itu tidak diinginkan - kita mungkin ingin mendapat telepon dari apotek yang memberi tahu resep obat kita sudah siap. [my/jm]

XS
SM
MD
LG