Tautan-tautan Akses

AS

Aksi Penipuan Online Gunakan Foto-foto Anggota Militer AS


Lilo Schuster mengirimkan ribuan dolar untuk pria yang dikenalnya secara online, yang mengaku anggota militer AS (Photo/Lilo Schuster)

Jutaan orang di seluruh dunia menggunakan situs perkenalan melalui dunia maya untuk mencari kenalan baru. Tetapi awas ada penipuan yang merugikan perempuan.

Lilo Schuster yang berusia 40an, belum menikah dan ingin punya pacar. Setelah bertahun-tahun kurang bernasib baik, ia menerima sebuah email yang menarik dari seseorang lewat situs perkenalan di internet.

“Ia adalah seorang duda dan katanya bertugas di Angkatan Udara Amerika, melawan teroris Taliban. Ia punya seorang anak perempuan. Saya mengira akhirnya doa saya dijawab Tuhan”.

Hubungan keduanya semakin intensif dan Schuster jatuh cinta. Laki-laki itu mengiriminya puisi, dan email-emailnya menunjukkan betapa ia jatuh cinta pada Schuster. Ia bahkan mengirim beberapa fotonya mengenakan seragam militer.

“Segera setelah saya mendapatkan foto-foto itu, dengan bodohnya saya membawa foto itu kemana-mana. Saya bahkan menunjukkannya pada orang-orang,” tutur Lilo Schuster.

Schuster sadar bahwa laki-laki yang mengaku sebagai pilot Angkatan Udara Amerika itu menggunakan tata bahasa yang buruk, tapi ia pikir ayahnya yang imigran juga begitu. Schuster tidak pernah bicara dengan laki-laki itu melalui telefon.

‘’Kami tidak pernah bicara, tidak pernah menggunakan Skype, karena katanya, tugasnya rahasia, penting. Ia sedang melawan teroris. Kami tidak bisa melakukan hal-hal yang akan membuka rahasia ini, jadi saya tidak bisa menggunakan telepon,” tambahnya.

Foto "seorang pria" yang mengaku anggota militer AS "Soldierheart09", yang menipu Lilo Schuster. (Photo/Lilo Schuster)
Foto "seorang pria" yang mengaku anggota militer AS "Soldierheart09", yang menipu Lilo Schuster. (Photo/Lilo Schuster)

Setelah beberapa minggu, pilot itu mengatakan pada Schuster bahwa ia membutuhkan sejumlah uang untuk membantu perjalanan sekolah putrinya. Schuster mengirim beberapa ribu dolar ke Inggris di mana laki-laki itu mengatakan putrinya tinggal bersama ibunya.

“Saya membantunya. Ini demi masa depan kami. Sungguh suatu hal yang memalukan punya perasaan seperti ini," lanjut Schuster.

Tetapi permintaan uang itu tidak berhenti.

“Saya begitu takut kehilangan dia sehingga saya melakukan apa saja. Jadi saya terus mengirim uang,” paparnya lagi.

Secara keseluruhan Schuster mengirim sekitar 22 ribu dolar. Begitu ia mengirim uang yang terakhir, laki-laki itu berhenti mengirim email.

“Saya patah hati dan saya pikir pasti ada yang tidak beres,” kata Schuster yang merasa curiga.

Bagi juru bicara tim Penyelidik Kriminal Tentara Amerika Chris Grey, cerita Schuster ini terlalu biasa.

“Ini memang luar biasa. Kami menghadapi ribuan kasus seperti ini. Saya pribadi bicara dengan perempuan-perempuan yang telah memberikan 75 ribu dolar, 80 ribu dolar pada seseorang yang sama sekali tidak pernah mereka temui,” ungkap Grey.

Sasarannya bukan saja warga Amerika. Kantor Grey telah mendapat laporan dari Jepang, Inggris dan Australia – semua dari perempuan yang merasa jatuh cinta dengan anggota militer Amerika, padahal mereka telah ditipu.

Grey mengatakan banyak pelaku kejahatan di dunia maya ini beroperasi dariwarung-warung kopi di negara-negara Afrika Barat dan mencuri foto-foto tentara Amerika dari media sosial. Grey menyarankan, "Percayai naluri Anda!."

“Jangan kirim uang pada seseorang yang belum pernah anda temui, jangan bicara melalui telepon,” imbuhnya.

Schuster menyalurkan rasa marahnya melalui tindakan, dan dengan menceritakan kisahnya ia berhasil membantu seorang perempuan di Selandia Baru dan seorang warga Amerika lain menyadari bahwa mereka telah ditipu.

“Kisah dan foto-foto yang sama digunakan untuk menipu kedua perempuan itu,” lanjutnya.

Jika anda curiga telah ditipu, jangan kirim uang ke luar negeri dan segera kontak pihak berwenang setempat. Mereka mungkin bisa melacak alamat email untuk menghentikan penipuan dan, menyelamatkan perempuan dan uang mereka. [em/ii]

XS
SM
MD
LG