Tautan-tautan Akses

AS

DPR AS Loloskan Anggaran Besar Untuk Akhiri Penutupan Kegiatan Pemerintah


Garis polisi di sekitar Gedung Capitol di Washington, D.C, 19 Januari 2018. (Foto: dok).

DPR Amerika telah meloloskan rancangan anggaran 400 miliar dolar, Jumat pagi (9/2), yang dimaksudkan untuk mengakhiri penghentian kegiatan sebagian pemerintah federal.

Para legislator memutuskan dengan 240 suara berbanding 186 untuk menyetujui rancangan undang-undang yang kini dikirim ke Presiden Donald Trump untuk ditandatangani. Akan tetapi anggaran ini hanya akan mendanai pemerintah hingga 23 Maret. Setelah itu para legislator harus menyusun rancangan anggaran yang rinci untuk sisa tahun fiskal yang akan berakhir pada 30 September.

Anggaran itu diloloskan, meski ada tentangan dari sejumlah politisi yang berkeberatan atas peningkatan anggaran dalam jumlah besar, dan tanpa ada rencana aksi untuk melindungi lebih dari satu juta imigran muda ilegal, yang dikenal sebagai Dreamer.

Baca juga: Sebagian Operasi Pemerintah AS Kembali Dihentikan​

Kegiatan pemerintah Amerika ditutup Jumat pagi (9/2), sewaktu Kongres melewati tenggat untuk memperpanjang pendanaan pemerintah federal. Ini adalah penutupan sebagian operasi pemerintah yang kedua dalam waktu kurang dari satu bulan. Senat kemudian memutuskan dengan 71 suara berbanding 28 untuk membuka kembali kegiatan pemerintah federal.

Senator Rand Paul di Gedung Capitol, Washington, D.C., 8 Februari 2018.
Senator Rand Paul di Gedung Capitol, Washington, D.C., 8 Februari 2018.

Senator Rand Paul dari fraksi Republik Kamis larut malam (8/2) menghambat upaya kedua fraksi meloloskan rancangan undang-undang untuk membuat roda pemerintahan tetap berjalan, beberapa jam sebelum dana federal berakhir.

Paul dari Kentucky berkeberatan Senat mengadakan pemungutan suara mengenai rancangan anggaran untuk dua tahun, yang akan meningkatkan anggaran militer dan domestik ratusan miliar dolar. Ia mengatakan anggaran itu akan membengkakkan defisit federal yang memang telah naik dan memperbesar utang nasional lebih dari 20 triliun dolar.

“Dengan jujur dan iktikad baik, saya menentang pemungutan suara bagi rancangan ini,” kata Paul dalam pidato yang panjang dan berapi-api di Senat, sementara waktu semakin tipis bagi Kongres untuk menghindari penutupan sebagian operasi pemerintah federal yang kurang penting. “Ada legislasi setebal 700 halaman yang dicetak tengah malam dan belum ada seorangpun yang membacanya… tidak ada yang akan diperbarui, pemborosan akan berlanjut,” ujarnya.

Senator Lindsey Graham, di Gedung Capitol, Washington DC, 6 Desember 2017. (Foto: dok),
Senator Lindsey Graham, di Gedung Capitol, Washington DC, 6 Desember 2017. (Foto: dok),

Sikap Paul itu mengundang kemarahan sesama senator dari fraksi Republik, dari South Carolina, yang mengatakan militer Amerika sangat membutuhkan dana tambahan setelah pembatasan anggaran selama bertahun-tahun, yang menghambat berbagai program domestik dan Pentagon.

“Utang dan defisit bukan alasan untuk membiarkan militer terkatung-katung. Saya akan melakukan apapun yang akan mempertahankan militer kita,” katanya. [uh]

XS
SM
MD
LG