Tautan-tautan Akses

AS

DPR AS akan Usut Kemungkinan Pelanggaran Hukum Kampanye DeJoy   


Kepala Kantor Pos AS, Louis DeJoy memberikan kesaksian di Gedung Capitol, Washington D.C., 24 Agustus 2020. (Foto: dok).

Fraksi Demokrat di DPR AS, Selasa (8/9) mengatakan akan menyelidiki apakah tindakan Kepala Kantor Pos AS, Louis DeJoy adalah pelanggaran undang-undang keuangan kampanye. DeJoy mendesak karyawan pada bekas perusahaannya menyumbang untuk kandidat (presiden) Partai Republik dan kemudian menggantinya dengan menyamarkannya sebagai bonus.

Lima orang yang bekerja untuk bekas perusahaan DeJoy, New Breed Logistics, mengatakan didesak oleh asisten DeJoy atau oleh DeJoy sendiri untuk menulis cek dan menghadiri penggalangan dana di rumahnya di Greensboro, North Carolina, demikian dilaporkan harian The Washington Post. Dua mantan karyawan itu mengatakan DeJoy kemudian memberikan bonus yang lebih besar untuk mengganti sumbangan tersebut.

Mendorong karyawan untuk menyumbang dana kepada kandidat tidaklah ilegal namun ilegal jika menggantinya sebagai cara untuk menghindari batas sumbangan kampanye yang ditetapkan federal.

Anggota DPR AS, Carolyn Maloney. (Foto: dok).
Anggota DPR AS, Carolyn Maloney. (Foto: dok).

Anggota DPR AS Carolyn Maloney, yang mengetuai Komisi Pengawas DPR, dalam sebuah pernyataan hari Selasa mengatakan jika tuduhan itu benar, "DeJoy bisa menghadapi tuduhan kriminal bukan hanya karena tindakannya di North Carolina, tetapi juga karena berbohong di bawah sumpah kepada Komisi DPR."

Maloney merujuk pada kesaksian DeJoy di hadapan komisi itu bulan lalu, ketika DeJoy dengan tegas membantah telah membayar para eksekutif karena menyumbang untuk kampanye Trump.

Maloney, anggota Fraksi Demokrat dari New York, mendesak Dewan Direksi Layanan Pos untuk segera memberhentikan DeJoy, yang "seharusnya sejak awal tidak dipilih."

Anggota Fraksi Demokrat dari Virginia, Gerry Connolly, ketua subkomisi panel pengawas kegiatan pemerintah, mengatakan DeJoy "berulang kali melanggar kepercayaan rakyat Amerika dan harus mengundurkan diri atau dipecat. ''

Monty Hagler, juru bicara DeJoy, mengatakan kepada harian Washington Post, DeJoy tidak mengetahui ada pekerja yang merasa ditekan untuk memberikan sumbangan. Hagler juga mengatakan DeJoy yakin selalu mematuhi undang-undang dan peraturan penggalangan dana kampanye. [my/ka]

XS
SM
MD
LG