Tautan-tautan Akses

Diungkap, Rincian Baru Penembakan Perempuan Australia oleh Polisi AS


Justine Damond, yang juga dikenal sebagai Justine Ruszczyk, asal Sydney, tampak dalam foto yang diambil pada tahun 2015 dan dirilis oleh Stephen Govel Photography, New York, AS, tanggal 17 Juli 2017 (foto: Stephen Govel Photography/rilis via REUTERS)
Justine Damond, yang juga dikenal sebagai Justine Ruszczyk, asal Sydney, tampak dalam foto yang diambil pada tahun 2015 dan dirilis oleh Stephen Govel Photography, New York, AS, tanggal 17 Juli 2017 (foto: Stephen Govel Photography/rilis via REUTERS)

Lembaga yang menyelidiki penembakan yang menewaskan seorang perempuan Australia di Minneapolis, Minnesota, mengatakan, salah seorang polisi terkejut oleh suara yang sangat keras hanya beberapa saat sebelum mitranya menembak mati perempuan itu.

Justine Damond, guru meditasi dan calon pengantin, tewas Sabtu malam di sebuah lorong di belakang rumahnya setelah ia menelpon petugas bantuan darurat untuk melaporkan kemungkinan adanya serangan seksual.

Dalam sebuah wawancara dengan Biro Penyelidikan Kriminal (BCA) Minnesota, Selasa, polisi yang mengemudikan mobil dinas, Matthew Harrity, mengatakan Damond mendekati dirinya, yang masih berada dalam mobil, tidak lama setelah ia merasa terkejut dengan suara itu, mitranya, Mohamed Noor, menembak permpuan itu dari kursi penumpang di sebelahnya.

BCA mengatakan, Harrity mengungkapkan, ia dan Noor memberi Damond bantuan medis hingga petugas pertolongan darurat datang. Perempuan asal Sidney berusia 40 tahun itu dinyatakan meninggal di tempat kejadian.

Noor menolak permintaan BCA untuk dinterogasi. Ia dan Harrity saat ini dirumahkan untuk sementara waktu.

Para pejabat mengatakan, kamera yang dipasang di tubuh polisi tidak diaktifkan saat kejadian, dan ini merupakan pelanggaran peraturan kepolisian Minneapolis. Insiden itu juga tidak terekam kamera yang terpasang di dashboard mobil patroli. [ab/uh]

XS
SM
MD
LG