Tautan-tautan Akses

AS

Direktur Anggaran Trump Bela Pemangkasan Program Sosial


Direktur anggaran pemerintahan Trump, Mick Mulvaney (foto: dok).

Direktur anggaran pemerintahan Presiden Donald Trump hari Rabu (24/5) membela rencana pemerintah untuk memangkas program sosial guna meningkatkan pertumbuhan ekonomi menjadi tiga persen dan mendahulukan pembayar pajak.

Direktur anggaran pemerintahan Trump, Mick Mulvaney hari Rabu mengatakan kepada Komite Anggaran DPR bahwa ia mencermati anggaran yang diajukan Pemerintah Trump satu demi satu.

“Anggaran yang mengutamakan pembayar pajak, karena untuk pertama kalinya seingat saya, ini adalah anggaran yang disusun dari perspektif rakyat yang sebenarnya membiayai pemerintah. Kami meneliti satu persatu apa yang dilakukan pemerintah ini dan bertanya sendiri: Bisakah ini kita pertanggungjawabkan kepada orang-orang (pembayar pajak) yang membiayainya?,” ungkap Mulvaney.

Mick Mulvaney juga menegaskan pemerintah menginginkan dana yang lebih besar bagi program yang menjadi prioritas Presiden Trump.

“Sudah diketahui, kita menginginkan dana lebih besar untuk keamanan nasional, keamanan perbatasan, penegakan hukum, veteran, pilihan sekolah bahkan cuti di bawah tanggungan bagi keluarga," lanjutnya.

Ia menambahkan, "Untuk pertama kalinya Presiden Trump, presiden pertama dari kedua partai mengusulkan program cuti keluarga yang ditanggung. Kita menganggarkan 20 miliar dolar untuk melakukannya. Kita tidak menyentuh social security dan medicare sesuai dengan janji kampanye.”

Namun, anggota DPR dari Fraksi Demokrat Pramilla Jayapal dari negara bagian Washington mengatakan bahwa pemangkasan tunjangan makanan, santunan bagi kaum difabel dan program sosial lainnya “sangat tidak bermoral”

"Anggaran presiden adalah sebuah pengkhianatan, satu persatu melanggar janji, tapi yang paling penting menghancurkan mimpi dan hilangnya harapan serta kesempatan bagi jutaan keluarga. Anggaran ini dimulai dengan membatalkan layanan kesehatan, kemudian bantuan makanan, perumahan, pendidikan, kesempatan kerja yang menjadi perjuangan setiap keluarga Amerika untuk maju. Anggaran ini mempersulit bahkan membuatnya mustahil. Tingkat pemangkasan bagi investasi yang diperlukan warga Amerika sangat mencengangkan dan sejujurnya tidak bermoral,” kecam Pramila.

Pembahasan anggaran presiden sudah dipastikan akan berlangsung lama dengan perdebatan sengit, sementara rakyat Amerika dengan cemas menunggu apakah pemangkasan tersebut akan benar-benar dilaksanakan. [my/al]

XS
SM
MD
LG