Tautan-tautan Akses

Diet MIND, Mengatasi Risiko Demensia


Kanemasa Ito, 72 tahun, dan istrinya, Kimiko, 68 tahun yang 11 tahun lalu didiagnosa menderita demensia, bercakap-cakap di rumah mereka di Kawasaki, bagian selatan Tokyo, April 6, 2016. (Foto:dok)

Ilmuwan yang mempelajari dimensia, banyak mempelajari akibat dari menurunnya fungsi kognitif pada otak. Ada beberapa cara perawatan yang mampu menyembuhkan, membalikkan atau menunda kemunduran itu. Penelitian baru menunjukkan diet MIND mampu menurunkan secara signifikan risiko kerusakan kognitif pada manula yang sehat.

"Ini adalah modifikasi diet Mediterania dan juga melibatkan diet DASH, yaitu: pendekatan diet untuk menghentikan hipertensi (tekanan darah tinggi), sehingga ciri kedua diet makanan tersebut digabungkan dengan bukti untuk makanan lain yang tampaknya sangat spesifik bisa mencegah demensia," jelas Margaret Rayman, ahli gizi dari Universitas Surrey.

Rayman, yang telah menulis sebuah buku masak yang menjelaskan cara-cara mengikuti diet MIND serta menghidangkannya dalam berbagai masakan lezat. Ini berupa cita-rasa dari berbagai warna warni, mulai dari buah arbei merah,sampai sayuran berdaun hijau. Semakin banyak warna, semakin baik.

Para Peneliti mempelajari tempat-tempat seperti Pulau Ikaria di Yunani salah satu yang disebut zona-biru di dunia, di mana sebagian besar penduduknya berusia 90 tahun atau lebih. Dan mereka mengatakan, orang-orang di zona biru terbiasa melakukan upaya lebih dari sekedar makan sehat.

Mereka pada umumnya sehat karena tidak merokok, tidak minum terlalu banyak, mereka berolahraga, dan bersosialisasi. Mereka hidup dengan baik, dan itu berarti bisa hidup lebih lama.

“Kita tahu ada cara bagaimana hidup sehat dan kebanyakan sebenarnya relatif mudah dan murah dilakukan, kita benar-benar bisa mengelola 33 persen dari risiko itu. Jadi sebaiknya kita berpikir dalam jangka panjang kehidupannya," menurut Charles Alessi, seorang ahli ilmu syaraf klinis

Namun Rayman mengakui, hidup dengan baik tidaklah mudah. Masyarakat kita dibanjiri oleh makanan murah tetapi kurang sehat.

"Sangat sulit untuk melawan, jadi sangat sulit bagi kita. Kita memiliki sedemikian banyaknya pilihan dan menyaksikan makanan menjadi semakin murah selama bertahun-tahun, jadi saya pikir ada banyak godaan untuk melakukan hal yang salah, " kata Rayman

Tetapi dengan mempraktikkan sesuatu yang benar, menjauhi burger dan kue-kue lezat, berarti juga melapangkan jalan untuk menikmati makanan sehat lainnya. (PS/JM)

XS
SM
MD
LG