Tautan-tautan Akses

Kode 'Quick Response' Bantu Lacak Pasien Demensia


Pasangan suami-istri penderita demensia berbincang di rumahnya di Kawasaki, selatan Tokyo, Jepang (foto: ilustrasi).

Menurut WHO jumlah penderita demensia di seluruh dunia diperkirakan 47,5 juta orang. Jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi 75,6 juta menjelang 2030 dan terus meningkat.

Merawat dan melacak para penderita demensia akan menjadi tantangan besar kesehatan masyarakat pada tahun-tahun mendatang. Kini, sebuah sistem pelacak inovatif penderita demensia telah diperkenalkan di Jepang.

Idenya sederhana dan efektif. Sebuah sticker dipasang pada jari atau ibu jari dengan sebuah kode QR atau Quick Response code, berisi alamat, nomor telepon dan nomor KTP.

“Ada juga stiker yang bisa dipasang pada pakaian atau sepatu, tapi kalau pakaian dan sepatu diganti, timbul masalah. Jadi manfaat terbesar kode QR adalah bisa melekat pada pasien sepanjang waktu kemana saja mereka pergi, apapun yang mereka pakai,” kata Hasegawa Nao.

Di Jepang, kode itu dikenal sebagai "Haikai Koureisha" atau “orang tua yang berjalan-jalan”. Sticker itu akan memungkinkan polisi atau pejabat kota membantu orang yang tidak tahu arah karena mereka menderita demensia.

Layanan tersebut sekarang sedang dalam tahap pengujian dan diberikan secara cuma-cuma. Sebagian besar penduduk setempat memberi reaksi positif.

“Saya dengan senang hati akan menggunakan sistem itu. Ibu saya meninggal pada usia 94 tahun dan sangat sulit merawatnya meskipun ia tidak menderita demensia. Saya kira sistem yang sangat membantu ini harus diberlakukan,” ujar Kouke Machiko, warga kota Iruma.

Sistem itu khususnya sangat berguna di Jepang di mana lebih dari seperempat warganya berusia 65 tahun atau lebih. [my/ii]

XS
SM
MD
LG