Tautan-tautan Akses

Diabetes dan Kegemukan Meningkat di Tiongkok


Shanghai adalah lambang kemakmuran ekonomi Tiongkok. Kemakmuran itu membawa dampak pada meningkatnya penderita diabetes, jantung dan kegemukan di negara paling banyak penduduknya di dunia itu.
Shanghai adalah lambang kemakmuran ekonomi Tiongkok. Kemakmuran itu membawa dampak pada meningkatnya penderita diabetes, jantung dan kegemukan di negara paling banyak penduduknya di dunia itu.

Apakah pertumbuhan ekonomi Tiongkok yang tinggi dan perubahan gaya hidup yang cepat memberikan dampak negatif? Sebuah penelitian baru menunjukkan diabetes, penyakit yang dikaitkan dengan kelebihan berat badan dan kurang berolah raga, saat ini meningkat di Tiongkok.

Diabetes adalah penyakit kronis yang umum ditemui di dunia Barat. Saat ini, sebuah penelitian baru menunjukkan, penyakit ini mewabah di Tiongkok.

Dr. Jiang He adalah seorang ahli epidemiologi penyakit dari jurusan Kesehatan Masyarakat dan Obat-obatan Tropis di Universitas Tulane. Ia juga salah satu penulis dalam penelitian ini yang diterbitkan oleh New England Journal of Medicine.

Dr. He mengatakan, diabetes adalah penyakit yang lazim ditemui pada penduduk Tiongkok secara umum. Penelitian Dr. He dan rekan-rekan menunjukkan 9,7 persen warga Tiongkok menderita diabetes. Dengan kata lain, sekitar 93 juta orang Tiongkok dewasa menderita diabetes, ini tiga kali tingkat diabetes pada tahun 1980.

Cepatnya peningkatan jumlah penderita diabetes membuat Dr. He khawatir karena ini juga berarti peningkatan resiko penyakit jantung.

"Penyakit jantung semakin menjadi masalah di Tiongkok. Berdasarkan data kami, wabah diabetes saat ini akan menjadi wabah penyakit jantung dimasa yang akan datang di Tiongkok," kata Dr. He.

Penyakit jantung sudah menjadi salah satu penyebab kematian utama di Tiongkok.

Orang berusia lanjut, orang dengan berat badan berlebih dan mereka yang hidup di kota memiliki tingkat diabetes tertinggi di Tiongkok. Dr. He mengatakan ini karena diabetes adalah penyakit yang terkait dengan gaya hidup.

Menurut Dr. He, ini merupakan masalah gaya hidup. Orang makan lebih banyak makanan dan lebih banyak kalori serta lebih banyak makanan berlemak. Selain itu, mereka juga kurang melakukan kegiatan fisik.

Tetapi diabetes dapat dicegah dan peneliti di Universitas Tulane mengatakan perlunya inisiatif terhadap penggalakan kesehatan masyarakat.

“Penelitian kami menunjukkan ada wabah obesitas atau kelebihan berat badan dan diabetes pada penduduk Tiongkok. Pemerintah dan profesi-profesi dalam bidang kesehatan harus memberi perhatian pada masalah ini dan membangun kebijakan nasional dan strategi untuk mencegah masalah ini,” jelas Dr. He

Tidak hanya pemerintah dan pejabat departemen kesehatan Tiongkok yang perlu memberi perhatian dan bertindak. Sejak 2004, WHO memperkirakan prosentase penderita diabetes di negara berkembang akan meningkat sepertiga pada 2005, mendekati tingkat prosentase negara maju.

XS
SM
MD
LG