Tautan-tautan Akses

Dewan Penasehat yang Menangani Kasus Pelecehan Seksual Bertekad Lanjutkan Penyelidikan


ARSIP - Phil de'Albuquerque (atas) dan John Harris (bawah) mengangkat poster di luar Pengadilan Tinggi Middlesex di Cambridge, Massachusetts 11 December 2002 dimana Rev. Paul Shanley dibebaskan dari penahanan atas jaminan (foto: REUTERS/Brian Snyder)

Pasca pengunduran diri seorang aktivis anak yang dihormati, anggota-anggota dewan penasehat yang dibentuk Paus Fransiskus untuk menangani kasus pelecehan seksual hari Minggu (26/3) bertekad akan melanjutkan tugas mereka meskipun tidak ada seorang pun korban yang masih hidup yang duduk dalam panel itu.

Anggota-anggota dewan penasehat yang dibentuk Paus Fransiskus untuk menangani kasus pelecehan seksual hari Minggu (26/3) bertekad akan melanjutkan tugas mereka meskipun tidak ada seorang pun korban yang masih hidup yang duduk dalam panel itu, pasca pengunduran diri seorang aktivis anak yang dihormati.

Komisi itu menyelesaikan sidang pleno dengan mengatakan “akan menemukan cara baru” untuk memastikan keadilan bagi mereka yang telah dianiaya oleh beberapa pastur, dan akan menginformasikan hasilnya. Belum ada rincian apapun yang diumumkan, dan belum jelas apakah korban yang masih hidup akan dijadikan anggota komisi itu nantinya.

Marie Collinis – korban asal Irlandia yang selamat dari penganiayaan itu dan sekaligus pendiri Komisi Kepausan Untuk Perlindungan Anak – mengundurkan diri pada 1 Maret lalu, dengan mengatakan ada “perlawanan yang tidak dapat terima terhadap usul komisi dari kantor doktrin Vatikan” yang bertanggungjawab memproses kasus-kasus terhadap pendeta yang suka menganiaya.

Collins secara khusus menyebutkan dugaan penolakan Congregation for the Doctrine of the Faith untuk menerapkan usul-usul yang telah disetujui oleh Paus dan untuk bekerjasama dengan komisi tersebut.

Dalam pernyataan tertulis hari Minggu, komisi itu menunjukkan dukungan pada Collins dan beberapa anggota komisi – secara terpisah – mengatakan bahwa mereka sangat setuju dengan kecaman Collins terhadap kantor doktrin tersebut.

Banyak kardinal di Vatikan yang mendengar banyak informasi ketika komisi itu ikut mensponsori konferensi untuk menjaga anak-anak pekan lalu, yang menghadirkan Francis Sullivan – tokoh yang telah mengkoordinasi tanggapan gereja di Australia atas penyelidikan komisi tentang penganiayaan seksual oleh sejumlah pendeta selama bertahun-tahun.

Meskipun tidak menyebut nama Collins, Sullivan merasa malu karena Vatikan membuat Collins dan korban-korban lain yang selamat bisa tetap berada di dalam komisi itu. [em]

XS
SM
MD
LG