Tautan-tautan Akses

10 Perempuan Internasional Terima Penghargaan Deplu AS


9 dari 10 orang perempuan yang menerima Hadiah Keberanian Wanita Internasional dari Departemen Luar Negeri AS tahun ini, berpose bersama ibu negara Melania Trump (tengah) di Washington DC.
9 dari 10 orang perempuan yang menerima Hadiah Keberanian Wanita Internasional dari Departemen Luar Negeri AS tahun ini, berpose bersama ibu negara Melania Trump (tengah) di Washington DC.

Keberanian, peri kemanusiaan, keinginan akan keadilan. Ini adalah sebagian dari motivasi 10 orang perempuan yang dihormati Departemen Luar Negeri Amerika tahun ini dengan Hadiah Keberanian Wanita Internasional.

Hadiah tersebut dianugerahkan tanggal 23 Maret di Washington oleh ibu-negara Amerika Melania Trump. Perempuan penerima hadiah itu, antara lain, L’Malouma Said, yang lahir sebagai budak, menjadi seorang aktivis hak sipil dan sekarang seorang anggota parlemen nasional Mauritania. Disana ia bekerja memperjuangkan hak azasi, reformasi penjara, dan perbaikan kehidupan kaum Haratines, yakni kelompok etnis keturunan budak.

Seorang lagi penerima hadiah itu, seorang dokter Kosovo Feride Rushiti, bekerja menolong orang-orang yang selamat dari pembantaian, perkosaan dan penyiksaan akibat Perang Kosovo tahun 1998 dan 1999, ketika pasukan Yugoslavia dan Serbia menindas etnik Albania yang dicurigai mendukung lasykar pemberontak. Rushiti adalah salah seorang dari beberapa penerma hadiah itu yang berbicara dalam ceramah baru-baru ini di Los Angeles.

Dia mengatakan kisah penderitaan orang-orang yang selamat mendorongnya menciptakan Pusat Kosovo untuk Rehabilitasi Korban Penyiksaan.

“Kisah penderitaan para ibu, kisah anak perempuan, anak-anak, kisah orang tua yang saya dengar benar-benar banyak mempengaruhi saya, dan kadang-kadang saya menangis bersama mereka,” katanya.

Genosida Rwanda tahun 1994 mendorong perjuangan seorang wanita lain, Godelieve Mukasarasi, untuk menyeret para pelaku pembantaian ke pengadilan. Dia tidak gentar ketika suami dan putrinya dibunuh setelah dia memutuskan untuk memberi kesaksian di Mahkamah Kejahatan Internasional Rwanda.

Dia sekarang bekerjasama dengan para korban perkosaan dan anak mereka, menyelenggarakan forum-forum dimana mereka dapat bertemu dan menanggulangi trauma yang mereka derita,” katanya menjelaskan.

Merekalah di antara 10 perempuan internasional yang mendapat penghargaan dari Departemen Luar Negeri Amerika tahun ini atas keberanian dan pengabdian mereka. [gp]

XS
SM
MD
LG