Tautan-tautan Akses

Deplu AS Belum Tahu Keberadaan Warga AS yang Ditangkap di Ukraina


Andy Huynh, seorang warga AS yang ditangkap oleh pasukan Rusia saat berperang untuk Ukraina, di lokasi yang tidak diketahui, dalam gambar diam dari video yang dirilis pada 17 Juni 2022. (RU-RTR/Handout via REUTERS TV)
Andy Huynh, seorang warga AS yang ditangkap oleh pasukan Rusia saat berperang untuk Ukraina, di lokasi yang tidak diketahui, dalam gambar diam dari video yang dirilis pada 17 Juni 2022. (RU-RTR/Handout via REUTERS TV)

Para pejabat Departemen Luar Negeri AS mengatakan AS belum mendapatkan rincian mengenai keberadaan warga Amerika, yang menurut Moskow telah ditangkap pasukan Rusia di Ukraina dan dapat dijatuhi hukuman mati.

Juru bicara Departemen Luar Negeri AS Ned Price pada Selasa (21/6) mengatakan, “Kami belum diberi oleh pihak berwenang Rusia, atau kekuatan proksi Rusia atau entitas lainnya, rincian tambahan mengenai keberadaan orang-orang Amerika ini.”

Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price. (Foto: Reuters)
Juru bicara Departemen Luar Negeri Ned Price. (Foto: Reuters)

"Kami berharap dan pada kenyataannya, hukum internasional dan hukum perang mengharapkan dan mengharuskan semua yang ditangkap di medan tempur diperlakukan secara manusiawi dan dengan respek serta konsisten dengan hukum perang,” lanjutnya.

John Kirby, juru bicara keamanan nasional Gedung Putih, mengatakan pernyataan Kremlin bahwa kedua orang Amerika yang ditangkap pasukan Rusia di Ukraina dapat dijatuhi hukuman mati “mengerikan”.

Kirby menolak mengatakan apa langkah-langkah yang akan diambil AS jika Rusia tidak memperlakukan Alex Drueke dan Andy Huynh, keduanya berasal dari Alabama, sebagai tawanan perang sesuai Konvensi Jenewa.

Juru bicara Kremlin Dmitry Peskov mengatakan “itu tergantung pada investigasi,” ketika ditanya dalam wawancara dengan stasiun TV NBC apakah warga Amerika itu dapat dijatuhi hukuman mati seperti dua warga Inggris dan seorang Maroko yang ditangkap sewaktu berperang untuk Ukraina. [uh/ka]

XS
SM
MD
LG