Tautan-tautan Akses

Denmark Hadapi Masalah Telur Tercemar pada Jaringan Pasokan Makanan


Seorang memeriksa kemasan telur-telur di Gaesti, Romania selatan (foto: ilustrasi). Negara-negara Eropa menghadapi masalah telur tercemar.

Pihak berwenang Denmark mengatakan bahwa dua perusahaan telah membeli 6,8 ton telur dan 108 kilogram telur dadar dari peternakan yang terlibat dalam skandal telur yang terkontaminasi.

Badan Makanan dan Ternak Denmark dalam pernyataan mengatakan bahwa tidak ditemukan pestisida Fipronil dalam jumlah yang membahayakan, seperti pada telur dari Belanda dan Belgia. Badan itu tidak tidak menyebut nama perusahaan.

Badan itu hari Kamis (17/8) mengatakan dua perusahaan Denmark tersebut merencanakan untuk menjual telur dan telur dadar tersebut ke kantin, kafe dan perusahaan katering namun, "Fipronil dalam makanan adalah ilegal dan oleh karenanya produk itu harus ditarik," kata Badan itu.

Sejauh ini, sembilan perusahaan di Denmark telah melaporkan menemukan telur tercemar Fipronil, yang pertama tanggal 10 Agustus. Skandal itu telah menyebar ke 17 negara. [my/jm]

XS
SM
MD
LG