Tautan-tautan Akses

Demonstran Paraguay Berusaha Cabut Usul Amandemen Konstitusi


Para pengunjuk rasa meneriakkan slogan-slogan menentang amandemen konstitusi yang memungkinkan seorang presiden untuk menjabat yang kedua kalinya di luar gedung kongres, di Ascunsion, Paraguay, hari Jum’at, 31 Maret 2017 (foto: AP Photo/Jorge Saenz)

Sementara demonstran hari Minggu mengumpulkan tanda tangan, menuntut dicabutnya usul amandemen yang akan memungkinkan presiden Paraguay mencalonkan diri lagi dalam pemilu, sekutu-sekutu Presiden bersumpah tetap melakukan upaya itu meskipun terjadi bentrokan hari Jumat.

Demonstran hari Minggu mengumpulkan tanda tangan, menuntut dicabutnya usul amandemen yang akan memungkinkan presiden Paraguay mencalonkan diri lagi dalam pemilu sementara sekutu-sekutunya bersumpah tetap melakukan upaya itu meskipun terjadi bentrokan hari Jumat.

Ibukota relatif tenang sejak perusuh menyerbu dan membakar Kongres, meskipun rasa marah masih membara atas kematian demonstran ketika polisi melepas tembakan di markas partai politik terbesar kedua di negara itu.

Konstitusi Paraguay, yang diberlakukan tahun 1992 setelah 35 tahun kediktatoran, secara ketat membatasi masa jabatan presiden hanya satu kali lima tahun. Pemungutan suara rahasia hari Jumat di Senat terhadap amandemen konstitusi yang akan memungkinkan Presiden Horacio Cartes mencalonkan diri lagi dalam pemilu, memicu kerusuhan.

Negara pengekspor kedelai dan daging sapi itu menjadi salah satu ekonomi di Amerika Selatan yang paling cepat berkembang dalam beberapa tahun terakhir dan keringanan pajak memikat investasi manufaktur.

Majelis rendah Paraguay akan memutuskan pemilu paling cepat hari Selasa. Namun, pemadam kebakaran memperingatkan gedung Kongres mungkin berisiko runtuh, akan menunda sesi-sesi legislatif setelah kebakaran hari Jumat.

Referendum tetap akan digelar guna menentukan apakah amandemen konstitusi itu disetujui atau tidak. [ka]

XS
SM
MD
LG