Tautan-tautan Akses

Bentrok, Presiden Paraguay Pecat Mendagri


Seorang pengunjuk rasa membawa kursi ke lokasi kebakaran di luar gedung Kongres selama terjadinya bentrok antara polisi dan pengunjuk rasa yang menentang perubahan konstitusi yang memungkinkan pemilihan presiden untuk masa jabatan kedua di Ascunsion, Paraguay, 31 Maret 2017 (foto: AP Photo/Jorge Saenz)

Menteri dalam negeri dan kepal polisi Paraguay dipecat oleh Presiden Paraguay Horacia Cartes hari Sabtu (1/4) setelah terjadinya pembunuhan seorang anak pemimpin partai dan terjadinya aksi kekerasan Jum’at malam (31/3) akibat pemungutan suara Senat yang dilakukan secara rahasia untuk melakukan amandemen konstitusi yang memungkinkan presiden dipilih kembali.

Presiden Paraguay Horacia Cartes hari Sabtu (1/4) memecat menteri dalam negeri dan kepala polisi pasca pembunuhan seorang anak pemimpin partai dan terjadinya aksi kekerasan Jum’at malam (31/3) akibat pemungutan suara Senat yang dilakukan secara rahasia untuk melakukan amandemen konstitusi yang memungkinkan presiden dipilih kembali.

Puluhan demonstran, termasuk seorang polisi, ditangkap Jum’at malam setelah sejumlah demonstran menerobos garis polisi dan masuk ke lantai pertama badan legislatif Paraguay, membakar kertas-kertas dan perabotan yang ada. Polisi menggunakan meriam air dan menembakan peluru karet untuk mengusir demonstran dari gedung itu, sementara petugas pemadam kebakaran memadamkan kebakaran di dalam gedung itu.

Sabtu dini hari, Rodrigo Quintana yang berusia 25 tahun ditembak dan tewas di markas Partai Authentic Radical Liberal yang beroposisi, bukan di lokasi dimana demonstrasi dan aksi kekerasan terjadi. Sebelumnya polisi anti-huru-hara dengan senapan dan wajah yang ditutupi helm telah menyerbu markas partai itu.

Sebelum mengundurkan diri, Kepala Polisi Crispulo Sotelo mengidentifikasi Gustavo Florentin sebagai polisi anti-huru-hara yang bertanggungjawab atas kematian Quintana dan mengatakan bahwa Florentin telah ditangkap. Sementara Presiden Cartes mengumumkan bahwa ia telah menerima pengunduran diri Sotelo dan juga Menteri Dalam Negeri Tadeo Rojas.

Akibat aksi kekerasan itu, sidang Senat hari Sabtu dan Senin (3/4) dibatalkan. ‘’Kami akan mengevaluasi situasi pada hari Selasa (4/4),’’ ujar ketua badan legislatif Hugo Velazquez.

Aksi demonstrasi terjadi setelah sejumlah besar senator setuju untuk melakukan amandemen konstitusi yang akan memperbolehkan presiden dipilih kembali, langkah yang menurut kelompok-kelompok oposisi ‘’ilegal’’ karena pemungutan suara dilakukan tanpa kehadiran seluruh anggota Senat.

Presiden dibatasi memangku jabatan selama lima tahun dan usulan itu akan membuat Cartes dan presiden-presiden sebelumnya bisa bertarung kembali dalam pemilu tahun 2018, fenomena yang masih menghantui warga Paraguay setelah kepemimpinan Jendral Alfredo Stroessner selama 35 tahun. [em]

XS
SM
MD
LG