Tautan-tautan Akses

Demonstran Anti-Pemerintah Ditangkap di Serbia


Protes yang berlangsung di Serbia, 12 Juli 2020. (Foto: VOA/Jovana Đurović)

Polisi Serbia, Sabtu (11/7), mengatakan mereka menangkap 71 orang setelah kekerasan pecah di Belgrade, Jumat malam (10/7), dalam protes anti-pemerintah malam keempat yang dipicu oleh karantina wilayah akibat virus corona.

Kepala Polisi Serbia, Vladimir Rebic, mengatakan 14 polisi anti huru-hara cedera ketika mereka berusaha melindungi gedung parlemen dengan gas air mata di pusat kota Belgrade dari ratusan demonstran sayap kanan yang berusaha menyerang bangunan itu dengan batu, botol dan percikan api.

Protes-protes menentang cara Presiden Aleksandar Vucic menangani pandemi virus corona itu bergulir menjadi demonstrasi anti-pemerintah yang diikuti ribuan orang.

Demonstrasi pertama terjadi pada Selasa (7/7) setelah Vucic memberlakukan jam malam pada akhir pekan guna mengendalikan lonjakan kedua infeksi virus corona yang telah membuat rumah sakit di seluruh Belgrade kewalahan.

Para pengkritik mengatakan lonjakan baru infeksi itu adalah akibat keputusan pemerintah untuk melonggarkan berbagai upaya karantina wilayah pada Mei dan mengijinkan pemilihan parlemen diadakan pada 21 Juni. Pemilihan itu pada umumnya dimenangkan Partai Progresif Serbia yang menaungi Vucic.

Meski Vucic kemudian mencabut aturan lockdown, protes-protes berlanjut dan bergulir menjadi penentangan terhadap manajemen virus corona yang dilakukan pemerintahannya.

Vucic membantah klaim para pengkritiknya dan menuduh para oposisi politiknya merencanakan protes-protes itu. [vm/ft]

XS
SM
MD
LG