Tautan-tautan Akses

AS

Demo Anti-Rasisme di Boston, 27 Orang Ditangkap


Demostran anti-rasisme berdiri di sekitar lokasi unjuk rasa "free speech" yang diadakan aktivis kelompok konservatif di Boston, 19 Agustus 2017.

Kepolisian Boston mengatakan telah menangkap 27 orang dalam aksi demonstrasi di Boston, Massachusetts, hari Sabtu (19/8), yang dihadiri sekitar 40.000 orang. Demonstrasi ini berlangsung satu minggu setelah demonstrasi kelompok supremasi kulit putih di Charlottesville, Virginia, yang menewaskan tiga orang.

Komisioner Polisi William Evans mengatakan 27 orang ditangkap dengan berbagai tuduhan, termasuk menyerang dan melawan polisi. Tiga orang ditangkap karena mengenakan rompi balistik, dan seorang lainnya karena memiliki senjata api.

Penangkapan itu terjadi ketika demonstrasi hampir berakhir dan para demonstran mulai membubarkan diri, membanjiri jalan-jalan di dekat Boston Common. Beberapa petikan video memperlihatkan petugas keamanan yang mengenakan perangkat anti huru-hara bentrok dengan para demonstran yang menentang demonstrasi supremasi kulit putih ketika petugas berupaya menggiring mereka menuju ke satu arah.

Seorang wartawan VOA mengatakan sejumlah tamu di hotelnya diminta tetap berada di dalam hotel karena demonstran memadati kawasan sekitar jalan Washington dan Tremont. Wartawan VOA melihat sekitar 100 demonstran, sebagian meneriakkan kalimat “ini jalan kami!”

Lebih dari 40.000 Orang Ikut Berdemonstrasi di Boston

Jumlah aktivis kelompok kiri yang ikut berdemonstrasi hari Sabtu (19/8) jauh melampaui jumlah demonstran yang mengikuti pawai kebebasan berbicara yang diselenggarakan oleh kelompok yang menyebut dirinya sebagai “Boston Free Speech” Juli lalu.

John Medlar, salah seorang penyelenggara “Free Talk Boston” mengatakan pada media bahwa demonstrasi itu menolak kelompok supremasi kulit putih. Ia juga mengecam keras keberadaan kelompok-kelompok rasis seperti Ku Klux Klan. “Kami benar-benar mengecam KKK, neo-Nazi, ID Evropa, Vanguard; semua kelompok bernada kebencian. Kami tidak ingin berurusan dengan mereka dan tidak menghendaki mereka ada disini,” ujar Medlar pada afiliasi NBC TV di Boston.

Demonstran anti-rasisme berjalan menuju Boston Common, tempat berlangsungnya unjuk rasa yang diadakan aktivis konservatif di Boston, 19 Agustus 2017.
Demonstran anti-rasisme berjalan menuju Boston Common, tempat berlangsungnya unjuk rasa yang diadakan aktivis konservatif di Boston, 19 Agustus 2017.

​Tidak ada aksi kekerasan yang dilaporkan terjadi di Boston, meskipun petikan-petikan video menunjukkan beberapa kelompok anti-supremasi kulit putih itu mengelilingi seorang laki-laki yang mengenakan pakaian yang menunjukkan dukungan pada Donald Trump, sambil meneriakkan kata-kata yang tidak senonoh.

Dalam satu insiden lainnya, seorang perempuan lanjut usia ditabrak dan diseret oleh seseorang yang menentang demonstrasi itu. Orang itu mencoba merebut sebuah bendera Amerika yang dilambai-lambaikan perempuan itu, dan kemudian melarikan diri. Sejumlah orang membantu perempuan itu.

Presiden Trump Puji Kesigapan Polisi di Boston

Presiden Donald Trump menyebut insiden itu dalam cuitannya di Twitter dan memuji cara polisi menangani situasi di Boston tersebut. “Looks like many anti-police agitators in Boston. Police are looking tough and smart! Thank you.” Cuitan itu diulanginya beberapa kali sambil memuji Walikota Boston Marty Walsh.

Sebelum demonstrasi itu, Walsh mengatakan lebih dari 500 polisi siap menjaga ketertiban dan melarang demonstran membawa barang-barang tertentu ke lokasi. “Tidak boleh ada senjata api, ransel, tongkat,” ujar Walsh. Ditambahkannya “kami sama sekali tidak akan mentolerir hal ini. Jika ada yang lepas kendali, semua akan dihentikan.”

Demonstrasi Serupa Berlangsung di Beberapa Kota di AS

Demonstrasi serupa juga dilangsungkan di beberapa kota lain di Amerika, termasuk di Austin – Texas, Durham – North Carolina, Laguna Beach dan Venice di California. [em]

XS
SM
MD
LG