Tautan-tautan Akses

Debat Soal Pembangunan Sistem Pertahanan Misil di Polandia


Latihan militer NATO (Foto: ilustrasi)

Langkah-langkah Rusia akhir-akhir ini membuat rencana Amerika Serikat dan NATO untuk membangun sistem pertahanan misil di Polandia kembali menjadi sorotan, dan juga seberapa tingkat tanggapan yang diperlukan.

Sementara sebagian legislator menyarankan perluasan sistem pertahanan misil dalam upaya meyakinkan mitra-mitra NATO, yang lain ingin menangguhkan pembangunan sebelum sebuah lokasi misil baru di Polandia, untuk meredakan ketegangan dengan Rusia.

Michaela Dodge dari lembaga Konservatif Heritage Foundation mengatakan, penangguhan tidak akan membuat Rusia memberikan konsesi apapun.

"Rekomendasi saya adalah meneruskan pembangunan lokasi-lokasi pertahanan misil baru di Eropa, meneruskan pengembangan kapabilitas dalam negeri, dan meneruskan kerja sama dengan sekutu-sekutu agar kita kuat secara politik maupun militer di Eropa maupun di luar Eropa," tambahnya.

Pemasangan sebuah misil jelajah Rusia bulan Februari yang melanggar perjanjian yang sudah berlaku selama 30 tahun berarti bahwa rencana pertahanan misil harus jalan terus, menurut Tomas Karako dari Pusat Kajian Strategis dan Internasional, CSIS.

"Saya kira, akan keliru kalau kita menangguhkan rencana membangun sistem pertahanan misil untuk Polandia dan tempat-tempat lain. Kita harus jalan terus, dan membangun lokasi pertahanan misil Redzikowo di Polandia. Saya berpendapat, kita juga harus terus menyesuaikan kapabilitas untuk menghadapi ancaman-ancaman baru," jelas Karako.

Tercapainya perjanjian dengan Iran, membuat dalih untuk mempertahankan diri dari serangan nuklir Iran tidak lagi berlaku, dan juga dalih untuk membangun lokasi-lokasi pertahanan misil baru, kata presiden Ploughshares Fund Joseph Cirincione.

"Kita seyogyanya menghentikan program itu sekarang. Kalau kita jalan terus, itu akan memecah belah NATO, karena Rusia akan mengatakan, ‘Benar kan, program ini hanya ditujukan terhadap Rusia.’Jangan bantu Rusia memecah belah NATO. Hentikan program itu," ujarnya.

John McCain, ketua Komisi Angkatan Bersenjata Senat Amerika Serikat, mengatakan Rusia menguji pemerintahan Trump dengan memasang misil-misil jelajah berkepala peluru nuklir, dan itu memerlukan “tanggapan signifikan.”

Presiden Donald Trump mengatakan ia akan mengangkat isu pembangunan sistem pertahanan misil itu pada waktu ia bertemu dengan Presiden Rusia Vladimir Putin. Trump juga pernah mengatakan ia ingin memastikan bahwa sistem persenjataan nuklir Amerika adalah yang ”terkuat di dunia.”

Sekarang ini, Rusia memiliki 7.000 kepala peluru nuklir dan Amerika 6.800, menurut kelompok anti-nuklir Ploughshares Fund.

Perjanjian pembatasan senjata strategis tahun 2011 mengharuskan Rusia dan Amerika Serikat membatasi persenjataan nuklir mereka pada tingkat yang setara pada awal tahun depan, dan mempertahankannya selama 10 tahun. Trump menyebut perjanjian itu menguntungkan Rusia. [ds]

XS
SM
MD
LG