Tautan-tautan Akses

Cincin Cerdas Asal Hong Kong Bantu Mereka dengan Keterbatasan Indra Penglihatan


Sebuah aplikasi pengendali cincin pintar Orii tampak dalam tampilan di telepon pintar, di Origami Labs di Hong Kong Cyberport, Hong Kong, China, 3 Agustus 2017 (foto: REUTERS/Bobby Yip)

Mendengarkan suara di telinga anda hanya lewat sentuhan tangan?

Cincin Orii membuat orang bisa menjawab telepon, menangani sms, dan berinteraksi dengan asisten digital telepon pintar, semuanya dilakukan dengan mentransfer gelombang suara ke telinga pengguna lewat konduksi tulang.

Salah satu pendiri Origami Labs, Emile Chan, berpose dengan cincin pintar Orii di Hong Kong Cyberport, Hong Kong, China, 3 Agustus 2017
Salah satu pendiri Origami Labs, Emile Chan, berpose dengan cincin pintar Orii di Hong Kong Cyberport, Hong Kong, China, 3 Agustus 2017

Cincin ini, yang dirancang oleh perusahaan rintisan bernama Origami Labs yang berpusat di Hong Kong, terinspirasi oleh Peter Wong, ayah Kevin Wong, salah satu pendiri perusahaan, yang memiliki keterbatasan indra penglihatan.

“Sebagai seseorang dengan keterbatasan indra penglihatan, saya mengandalkan perangkat lunak pada telepon pintar untuk membaca ikon dan teks untuk saya,” ujar Peter Wong yang adalah penasihat teknis untuk produk cincin ini.

Fitur penting pada cincin ini memastikan hanya pengguna cincin yang dapat mendengarkan informasi yang disampaikan oleh cincin ini.

“Bisakah anda membayangkan cincin itu membacakan kode rahasia untuk anda? Cara tersebut selain tidak nyaman juga kurang tepat,” ujar Peter Wong.

Cincin pintar Orii dengan berbagai warna yang tersedia diperagakan dalam foto ilustrasi ini di Origami Labs, Hong Kong Cyberport, Hong Kong, China, 3 Agustus 2017
Cincin pintar Orii dengan berbagai warna yang tersedia diperagakan dalam foto ilustrasi ini di Origami Labs, Hong Kong Cyberport, Hong Kong, China, 3 Agustus 2017

Apa yang diawali sebagai proyek Kickstarter telah menjadi contoh terbaru tentang perangkat teknologi sebagai bagian aksesori di tubuh pengguna (wearable) yang bebas layar.

“Kami ingin menjaga agar tetap dapat menegakkan kepala, dan tetap dapat menjadi bagian dari momen yang ada,” ujar Kevin Wong, 29 tahun, yang mendirikan Origami Labs pada bulan November 2015 dengan tiga temannya dari universitas.

Pasar perangkat teknologi yang dapat dikenakan di tubuh tumbuh sebesar 51 persen di Asia tahun lalu, menurut sebuah perusahaan riset konsumen GfK. Industri tersebut secara keseluruhan diharapkan akan bernilai $34 miliar secara global menjelang tahun 2020, ujar penyedia riset, CCS Insight.

Cincin Orii diharapkan akan mulai memasuki pasar komersil sekitar bulan Februari. [ww/aa]

XS
SM
MD
LG