Tautan-tautan Akses

China Klaim Seruan Boikot Olimpiade Musim Dingin 2022 Pasti Gagal


Seorang jurnalis mengenakan masker saat melihat pameran di tempat Olimpiade Musim Dingin di Yanqing di pinggiran Beijing, Jumat, 5 Februari 2021. (AP Photo/Mark Schiefelbein)

Seorang juru bicara pemerintah China, Rabu (3/3), mengatakan bahwa seruan untuk memboikot Olimpiade Musim Dingin Beijing 2022 karena alasan HAM pasti gagal.

Pernyataan itu dikeluarkan sementara para anggota parlemen dan para penasihat politik mereka mulai berkumpul di ibu kota China untuk menghadiri pertemuan tahunan terbesar dalam kalender politik negara itu.

Juru bicara tersebut, Guo Weimin, juga mengecam spekulasi bahwa Beijing mencari keuntungan diplomatik dengan menyediakan vaksin COVID-19 dan bantuan global lainnya untuk membantu memerangi pandemi. Ia mengatakan China hanya berusaha memenuhi kewajiban internasionalnya dalam menyediakan layanan publik.

Guo Weimin. (Fotoa: dok).
Guo Weimin. (Fotoa: dok).

Guo adalah juru bicara Konferensi Konsultatif Politik Rakyat China, sebuah badan penasihat resmi untuk parlemen seremonial China, Kongres Rakyat Nasional.

Kedua badan itu membuka pertemuan tahunan mereka pekan ini di tengah pengamanan yang ketat dan pemberlakuan jarak sosial terkait virus corona. Penularan lokal COVID-19 praktis telah musnah di China, di mana kasus pertama terdeteksi di pusat kota Wuhan pada akhir 2019.

Beijing adalah satu-satunya kota yang pernah diberi hak untuk menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas dan Musim Dingin, yang semakin meningkatkan kredensial Partai Komunis yang berkuasa untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dan keahlian mengorganisasikannya.

Para pengunjung mengenakan masker saat menyaksikan pameran di lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Yanqing, di pinggiran Beijing, 5 Februari 2021. (Foto: dok)
Para pengunjung mengenakan masker saat menyaksikan pameran di lokasi penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin di Yanqing, di pinggiran Beijing, 5 Februari 2021. (Foto: dok)


Namun, sebuah kelompok kecil tapi vokal yang terdiri dari para pengacara internasional, politisi dan aktivis telah menekan para sponsor Olimpiade, federasi olahraga, pemerintah dan atlet untuk menghindari apa yang mereka cap sebagai “Olimpiade Genosida '' karena pelanggaran HAM yang dilaporkan terhadap Muslim Uighur, orang-orang Tibet dan kelompok-kelompok minoritas lainnya di China.

Seruan itu sebagian besar tidak ditanggapi, meskipun parlemen Kanada secara bulat meloloskan referendum yang tidak mengikat bahwa China melakukan genosida terhadap lebih dari 1 juta orang Uighur dan menyerukan Komite Olimpiade Internasional (IOC) untuk memindahkan Olimpiade dari Beijing. Parlemen Belanda mengeluarkan mosi serupa, sementara Menteri Luar Negeri AS Antony Blinken mengatakan bahwa ia yakin genosida sedang dilakukan terhadap Uighur.

Guo mengatakan upaya menggagalkan Olimpiade Beijing 2022 tidak akan berhasil. “Beberapa politisi asing mempolitisasi olahraga dengan upaya mengganggu dan menyabot persiapan dan penyelenggaraan Olimpiade Musim Dingin Beijing dan menyerukan boikot, '' kata Guo kepada wartawan pada konferensi pers. “Tindakan ini melanggar semangat Olimpiade. Kami yakin langkah tersebut tidak akan mendapat dukungan dari komunitas internasional dan pasti gagal,'' ujarnya.

Partai Komunis yang berkuasa tanpa henti menindak lawan-lawan politik dan menerima ancaman sosial sejak Olimpiade Musim Panas Beijing 2008 yang seharusnya memperbaiki catatan HAM China. Beijing memenangkan kesempatan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Dingin 2022 setelah beberapa penawar Eropa menarik diri terkait biaya dan oposisi publik, sehingga meninggalkan Almaty, Kazakhstan, sebagai satu-satunya penawar lainnya.

Guo juga menepis spekulasi bahwa China telah dengan sengaja berusaha meningkatkan reputasi globalnya dengan menyediakan vaksin COVID-19 dan bantuan lainnya untuk menebus kesalahan penanganan wabah awal yang diyakini telah menyebar dari Wuhan ke seluruh dunia.

Menurut Guo China telah menjanjikan sekitar setengah miliar dosis vaksinnya ke 69 negara dan dua organisasi internasional dan menjual vaksin ke 28 negara lainnya. Itu berarti bahwa sebagian besar populasi global tidak akan diimunisasi dengan vaksin Barat, tetapi dengan vaksin China yang terbukti tidak lebih efektif.

Para pakar kesehatan di China mengatakan negara mereka tertinggal dalam pelaksanaan vaksinasi virus corona karena sebagian besar pandemi terkait virus itu telah dapat dikendalikan. Meski demikian, China berencana untuk memvaksinasi 40 persen populasinya pada Juni. [ab/uh]

Recommended

XS
SM
MD
LG