Tautan-tautan Akses

China Pantau Aktivitas Filipina di Pulau Thitu


ARSIP - Serdadu-serdadu Filipina bersiaga di samping bendera Filipina di pulau Thitu, sebuah pulau yang dipersengketakan di Laut China Selatan, 21 April 2017 (foto: Reuters/Erik de Castro)
ARSIP - Serdadu-serdadu Filipina bersiaga di samping bendera Filipina di pulau Thitu, sebuah pulau yang dipersengketakan di Laut China Selatan, 21 April 2017 (foto: Reuters/Erik de Castro)

China dan Filipina berkawan tahun 2016 setelah berselisih untuk menguasai satu beting di mana keduanya menangkap ikan. Persahabatan itu bertahan, namun bulan Desember dan Januari China menggerakkan sampai sebanyak 90 kapal ke dekat satu pulau kecil lain yang mereka perselisihkan untuk memantau Filipina membangun satu tempat sandar.

Kapal Angkatan Laut, Pengawal Pantai dan nelayan China itu hanya mengamati, tetapi pihak Filipina menyadari China mempunyai militer yang lebih kuat. Begitupun Filipina diduga terus membangun di pulau itu bernama Thitu tanpa mengganggu hubungan dengan China.

“Pembangunan itu akan terus, namun tampaknya tidak ada keinginan dari pemerintah Filipina untuk paling tidak mengajukan protes diplomatik melihat jumlah kapal yang mengamati pembangunan itu,” kata Maria Elas Atienza, profesor ilmu politik Universitas Filipina.

Menurut cendekiawan, China menghargai hubungan persahabatan dengan Filipina untuk menjauhkan sekutu Manila – Washington – dari pertikaian maritim. Jadi China menggerakkan kapalnya ke dekat Thitu demikian rupa sehingga menimbulkan kecemasan tanpa menghentikan pembangunan di pulau itu atau menyebabkan kerugian lain. [al]

XS
SM
MD
LG