Tautan-tautan Akses

China Minta AS Hentikan 'Tindakan Tak Masuk Akal' terhadap Huawei


Kepala keuangan Huawei, Meng Wanzhou, saat keluar dari pengadilan di Vancouver, Kanada (foto: dok). Jaksa AS menuduh Meng Wanzhou berbohong kepada bank mengenai transaksi dengan Iran, yang dikenai sanksi AS.

China, Selasa (29/1) meminta pemerintah AS "menghentikan tindakan keras yang tidak masuk akal" terhadap Huawei setelah AS meningkatkan tekanan pada raksasa teknologi itu dengan mendakwanya mencuri teknologi dan melanggar sanksi terhadap Iran, mempersulit pembicaraan perdagangan tingkat tinggi antara kedua negara yang akan dimulai di Washington.

Pemerintah China akan "dengan tegas membela" perusahaan-perusahaannya, kata pernyataan kementerian luar negeri China. Pernyataan itu tidak memberikan indikasi apakah Beijing akan membalas dakwaan terhadap Huawei, merek teknologi global pertama China dan pembuat perangkat pengalihan terbesar untuk perusahaan telepon dan internet.

Tekanan AS terhadap China akan semakin meningkat ketika Selasa pimpinan intelijen memberi penjelasan kepada Kongres mengenai ancaman-ancaman di seluruh dunia, yang diperkirakan akan mencakup mata-mata siber China dan Huawei.

China Minta AS Hentikan 'Tindakan Tidak Masuk Akal' Terhadap Huawei
mohon tunggu

No media source currently available

0:00 0:03:16 0:00

Tuduhan-tuduhan itu bisa mempersulit prospek pembicaraan perdagangan AS-China yang akan dimulai Rabu di Washington. Kecuali kedua belah pihak bisa mencapai kesepakatan menjelang 1 Maret, tarif bea cukai AS untuk produk-produk China senilai $200 miliar akan dinaikkan dari 10 persen menjadi 25 persen.

Huawei Technologies Ltd., yang sudah satu dekade melawan tuduhan A.S. berada di garis depan kegiatan mata-mata China, membantah melakukan pelanggaran yang disebutkan dalam dakwaan hari Senin.

Kementerian luar negeri China mengeluh Washington telah "menggunakan kekuatan negara" untuk merugikan perusahaan-perusahaan China" dalam upaya melawan operasi yang adil."

Tuduhan-tuduhan yang diungkapkan Departemen Kehakiman A.S hari Senin menuduh Huawei berusaha mencuri bagian robot dan teknologi lainnya dari laboratorium T-Mobile yang digunakan untuk menguji telepon cerdas. Huawei pada pertengahan 2018 melampaui Apple sebagai merek telepon cerdas global terbesar kedua setelah Samsung.

Tuduhan AS tidak termasuk tuduhan bahwa Huawei bekerja atas arahan pemerintah China. Tetapi pemerintah AS sebelumnya menuduh China terlibat dalam kegiatan mata-mata siber dan pencurian rahasia industri. AS telah menuduh beberapa peretas dan pejabat intelijen China.

Huawei juga didakwa menggunakan perusahaan yang berbasis di Hong Kong, Skycom, melakukan perdagangan dengan Iran yang melanggar pengawasan AS. Jaksa menuduh kepala keuangan Huawei, Meng Wanzhou, berbohong kepada bank mengenai transaksi-transaksi itu.

Meng, putri pendiri Huawei, Ren Zhengfei, ditangkap pada 1 Desember lalu di Vancouver, perkembangan yang memicu badai politik antara China dan Kanada.

China menahan dua orang Kanada tak lama setelah penangkapan Meng dalam upaya menekan Kanada agar membebaskannya. Pengadilan China juga menjatuhkan hukuman mati pada orang Kanada ketiga dalam sidang ulang mendadak kasus narkoba, membatalkan hukuman penjara 15 tahun yang dijatuhkan sebelumnya. [my]

Lihat komentar (4)

Forum ini telah ditutup.

Recommended

XS
SM
MD
LG