Tautan-tautan Akses

China Kukuhkan Tahan Warga Jepang Terkait Aksi Mata-Mata


Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, di Beijing, China, 16 Januari 2017. (Foto: dok).

China mengukuhkan, Senin (22/5), pihaknya sedang menyelidiki enam warga negara Jepang, menyusul laporan-laporan berita di Jepang yang menyebutkan bahwa pihak berwenang China menahan enam warga negara Matahari Terbit itu karena dugaan aksi mata-mata.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hua Chunying, mengatakan dalam sebuah keterangan pers reguler, keenam warga Jepang itu diduga melakukan kegiatan ilegal, namun tidak mengungkapkan rincian lebih jauh.

Kantor berita Jepang Kyodo sebelumnya melaporkan tiga warga Jepang ditahan di propinsi Shandong dan tiga lainnya di propinsi Hainan, Maret lalu. Shandong dan Hainan memiliki fasilitas angkatan laut China yang besar.

Kepala Sekretaris Kabinet Jepang, Yoshihide Suga, Senin (22/5), mengatakan bahwa China mengatakan pihak berwenang mereka menahan keenam warga Jepang tersebut karena melanggar undang-undang setempat. Namun ia tidak bersedia memberi rincian lebih jauh.

China secara berkala menahan warga negara Jepang atas tuduhan mata-mata. Pada tahun 2015, empat warga Jepang ditahan karena diduga terkait aktivitas intelijen.

Desember lalu, surat kabar militer China mengecam Kyodo karena mempublikasikan foto-foto mengenai kapal induk yang sedang dibangun di China. Insiden itu, menurut surat kabar tersebut, menegaskan perlunya China meningkatkan usahanya melindungi rahasia militer. Padahal sebetulnya foto-foto itu sendiri sudah lama tersedia untuk umum. [ab/lt]

XS
SM
MD
LG