Tautan-tautan Akses

China Janjikan Aksi Kesepakatan Dagang dengan AS


Pakaian bermerk "Abercrombie & Fitch" dari AS yang diproduksi di China, dijual di sebuah toko di Beijing, China. (Foto: dok).

China, Rabu (5/12), menyampaikan janji yang membangkitkan harapan namun tidak jelas bahwa negara itu akan menghentikan perang tarif dengan Washington namun tidak mengungkapkan rincian-rincian yang mungkin dapat memupus kebingungan mengenai apa yang disepakati Presiden Xi Jinping dan Presiden Donald Trump di Argentina.

China belum mengukuhkan klaim Trump bahwa Beijing berkomitmen untuk memangkas tarif mobil dan membeli lebih banyak ekspor produk pertanian Amerika. Fakta ini, ditambah pernyataan-pernyataan yang bertentangan dari Trump dan sejumlah pejabat AS, mendorong kemerosotan harga-harga saham AS di tengah-tengah keraguan akan munculnya penyelesaian terkait sengketa hak kekayaan intelektual antara kedua ekonomi terbesar di dunia yang mengancam akan menghambat pertumbuhan ekonomi dunia.

Kementerian Perdagangan China mengatakan dalam situsnya di internet, “China akan mulai mengimplementasikan isu-isu spesifik yang konsensusnya telah tercapai. Lebih cepat, lebih baik.”

Kedua pihak memiliki jadwal yang jelas bagi dilangsungkannya pembicaraan, namun tidak memberika rincian. Kementerian itu bahkan tidak menanggapi pertanyaan-pertanyaa yang diajukan media-media AS melalui telepon dan faks.

Sikap diam China membangkitkan serangkaian pertanyaaan mengenai kebenaran dari apa yang diungkapkan Trump sebagai janji Beijing untuk membeli lebih banyak produk ekspor Amerika dan merundingkan keluhan AS bahwa China mencuri teknologi AS.

Pasar-pasar saham kembali bergairah, Senin (3/12), setelah para pejabat AS membanggakan kesepakatan itu sebagai terobosan bersejarah. Namun, harga-harga saham anjlok hari berikutnya setelah Trump menyebut dirinya “Tariff Man” di Twitter dan memperbarui ancaman-ancamannya terkait perang tarif. [ab]

Opini Anda

Tunjukkan komentar

XS
SM
MD
LG