Tautan-tautan Akses

Cara-cara Daur Ulang Pohon Natal


Seorang perempuan mendorong kereta bayi melewati tumpukan pohon Natal yang dibuang untuk didaur ulang setelah musim liburan Natal selesai di London, Inggris, 6 Januari 2016.

Ada sejumlah alasan mengapa warga Amerika senang memasang pohon cemara hidup sebagai pohon Natal. Seperti... aroma yang semerbak, melestarikan tradisi keluarga, dan lebih ramah lingkungan dibandingkan pohon plastik.

Dan meskipun pohon-pohon itu bisa dihancurkan menjadi mulsa setelah musim liburan usai, ada cara-cara lain yang juga ramah lingkungan untuk mendaur ulang pohon Natal.

Lebih dari 27 juta keluarga AS membeli pohon cemara selama musim liburan akhir tahun, dan mendekorasinya. Tapi setelah memasangnya setelah beberapa minggu, pohon-pohon asli itu mulai terlihat menyedihkan. Warnanya menjadi cokelat, dan daun-daunnya berguguran.

Akhirnya pohon itu pun dibuang.

Setiap tahun, sekitar 10 juta pohon Natal berakhir di tempat pembuangan. Tapi seharusnya tidak perlu seperti itu.

Di Tempat Perlindungan Gajah di Tennessee, dan di sejumlah kebun binatang di seluruh negara itu, pohon-pohon buangan menjadi bahan mainan.

Daun pinus menjadi makanan lezat bagi gajah dan kambing. Kebun Binatang Lewis di Michigan adalah salah satu tempat yang menerima pohon-pohon Natal bekas sebagai kudapan bagi hewan-hewan yang mereka rawat.

Ikan juga menyukai pohon. Pohon itu bisa menjadi tempat berlindung dan bersembunyi. Karena itu, para pejabat lingkungan, dari Texas, West Virginia sampai California mengumpulkan pohon-pohon untuk dibenamkan ke dalam danau dan waduk untuk menjadi habitat bagi ikan-ikan kecil. Ikan-ikan kecil itu merupakan mangsa bagi ikan-ikan lebih besar, yang kehadirannya menarik para pemancing, yang berdampak positif bagi pariwisata.

Dan dengan bantuan bahan kimia, daun-daun pinus itu bisa digunakan dalam produk-produk seperti cat dan pemanis makanan, berkat penelitian yang dilakukan Cynthia Kartey, pada Universitas Sheffield.

"Komponen utama dari daun pinus adalah polimer biologi kompleks yang disebut lignoselulosa. Kompleksitas dari polimer ini membuat penggunaan daun pinus sebagai produk bagi energi biomassa menjadi tidak menarik dan tidak berguna bagi kebanyakan proses industri,” kata Cynthia Kartey, mahasiswa program doktor di Universitas Sheffield.

“Riset saya terfokus pada penguraian struktur kompleks ini menjadi bahan kimia industri bernilai tinggi seperti glukosa, asam asetat dan fenol," kata Cynthia menambahkan.

Namun demikian masih perlu waktu untuk menjadikan proses itu bernilai komersial. [vm]

XS
SM
MD
LG