Tautan-tautan Akses

AS

Calon Hakim Agung Barrett Tolak Jawab Pertanyaan Kasus-Kasus yang Ditangani MA


Calon Hakim Agung Amy Coney Barrett pada sidang pengukuhan hari kedua oleh Komite Yudisial Senate di Capitol Hill, Washington DC, Selasa, 13 Oktober 2020. (Foto: Reuters)

Calon Hakim Agung Amy Coney Barrett, Selasa (13/10), menolak menjawab sejumlah pertanyaan dari para senator tentang bagaimana dia akan memutuskan pertikaian hukum yang akan dihadapinya jika dia dikukuhkan sebagai Hakim Agung.

Namun, Barrett mengatakan pengambilan keputusan yang akan dilakukannya tidak akan diwarnai oleh pandangan pribadi atau keyakinannya.

“Saya tidak punya agenda,” kata Barrett ketika Komite Yudisial Senat memulai tanya-jawab selama dua hari seputar penunjukan dirinya ke Mahkamah Agung yang beranggotakan sembilan Hakim Agung itu.

“Saya akan mematuhi hukum.”

Barrett, dalam rangkaian pertanyaan dari dua anggota Republik, ketua Komite Senator Lindsey Graham, dan Senator Chuck Grassley, serta dua Demokrat, Senator Dianne Feinstein dan Patrick Leahy, menolak mengatakan bagaimana dia akan memutuskan atas keputusan pengadilan pada 1973 tentang legalisasi aborsi di Amerika, kepemilikin senjata yang direstui Konstitusi, dan apakah, hukum layanan kesehatan nasional akan dipertahankannya.

Hukum layanan kesehatan atau Obamacare menurut rencana akan disidangkan oleh MA bulan depan.

Dia juga menolak menjawab apakah dia tidak akan melibatkan diri, seandainya dirinya dikonfirmasi oleh Senat, dalam pertikaian hukum yang berasal dari pemilihan presiden pada 3 November mendatang. Trump sedang berusaha memenangkan masa jabatan ke dua sebagai Presiden, dan menghadapi mantan wakil presiden Joe Biden.

Trump baru-baru ini menyerang sistem pemberian suara lewat pos, dan katanya dia akan minta MA untuk membantu memutuskan hasil pemilihan. Presiden tertinggal dalam pol jajak pendapat, tetapi dia ingin Barrett dikonfirmasi guna menghindari kemacetan akibat suara MA yang sebanding atas isu pemilihan yang dipertikaikan.

Barrett mengatakan, dia tidak melakukan pembicaraan dengan Trump atau stafnya tentang “bagaimana dia akan memutuskan” seputar isu-isu pemilihan. Dia menekankan, hal itu tidak etis.

Calon Hakim Barrett yang berusia 48 tahun adalah favorit dari kelompok konservatif, dan mereka ingin MA memiliki mayoritas 6 hakim konservatif untuk puluhan tahun ke depan. Dia dikutip sebagai mengatakan, almarhum Hakim Agung Antonin Scalia adalah pembimbing falsafah hukum yang dianutnya. Barrett pernah berdinas sebagai panitera Hakim Agung Antonin Scalia di masa lalu. [jm/pp]

XS
SM
MD
LG