Tautan-tautan Akses

AS

Calon Hakim Agung Barrett: Pengadilan "Seharusnya Tak Berusaha" Buat Kebijakan


Amy Coney Barrett, hakim Pengadilan Banding Sirkuit ke-7, dalam acara pengumuman nominasi Hakim Agung Mahkamah Agung AS, oleh Presiden Donald Trump, di Gedung Putih, Washington DC, 26 September 2020. (Foto: Reuters)

Calon hakim Mahkamah Agung Amerika Serikat Amy Coney Barrett akan memberitahu para senator dalam sidang konfirmasinya, yang dimulai Senin (12/10), bahwa pengadilan "seharusnya tidak berusaha" untuk membuat kebijakan dan menyerahkannya kepada presiden dan Kongres AS.

Dalam pernyataan pembuka yang dirilis lebih awal, Barrett menguraikan interpretasinya terhadap peran pengadilan tertinggi. Dia mengatakan MA bukan "dirancang untuk memecahkan setiap masalah atau meluruskan setiap kesalahan dalam kehidupan publik."

Namun, katanya, "Keputusan terkait kebijakan dan penilaian pemerintah harus dibuat oleh cabang-cabang politik yang dipilih dari, oleh dan untuk rakyat. Publik seharusnya tidak mengharapkan pengadilan untuk melakukannya, dan pengadilan seharusnya tidak berusaha (melakukannya)."

Ketika persidangan dimulai, Senator Dianne Feinstein, tokoh Partai Demokrat di Komite Kehakiman Senat, langsung mengisyaratkan bahwa fraksi minoritas Partai Demokrat berencana menanyai Barrett secara tajam mengenai satu sengketa kebijakan penting-pandangannya bahwa keputusan Mahkamah Agung pada 2012 yang menetapkan legalitas Affordable Care Act (ACA), undang-undang layanan kesehatan nasional yang berdampak pada jutaan orang Amerika, diputuskan secara salah.

Sambil mengenakan masker berwarna hitam, Barrett mendengarkan para senator menyampaikan pernyataan pembukaan mengenai pencalonannya, dan kemudian menyampaikan pandangannya sendiri.

Taruhan untuk pencalonannya tinggi. Senat yang dikendalikan Partai Republik sedang berupaya mengkonfirmasi pengangkatannya hanya beberapa hari menjelang pemilihan presiden 3 November.

Presiden Republik Donald Trump berharap mencalonkan Barret akan memperkuat mayoritas konservatif menjadi 6-3 di mahkamah itu sebelum Hari Pemilihan. Penantang dari Partai Demokrat dalam mantan Wakil Presiden Joe Biden, bersikeras bahwa ia atau Trump harus menunjuk hakim Mahkamah Agung setelah pelantikan pada bulan Januari.

"Pemungutan suara sedang berlangsung di 40 negara bagian" kata Feinstein dan menambahkan " Biarkan rakyat Amerika yang menentukan" dengan menunda penunjukan pengganti Hakim liberal Ruth Bader Ginsburg, yang meninggal bulan lalu.

Lebih dari 7 juta pemilih telah memberikan suara lebih awal dalam pemilihan presiden. Jajak pendapat Washington Post-ABC News menunjukkan bahwa 44 persen pemilih terdaftar mengatakan Senat harus mengadakan dengar pendapat dan memberikan suara untuk nominasi Barrett, sementara 52 persen mengatakan nominasi itu harus diserahkan kepada pemenang pemilihan presiden dan melalui pemungutan suara Senat tahun depan. [vm/my/pp]

XS
SM
MD
LG