Tautan-tautan Akses

Calon Dubes PBB, Menteri Perdagangan Hadapi Pertanyaan Senat AS


Gubernur South Carolina Nikki Haley, pilihan Trump sebagai duta besar Amerika untuk PBB, memberikan kesaksian di depan Senat AS, Rabu (18/1).

Sidang konfirmasi Senat Amerika bagi beberapa calon untuk jabatan-jabatan penting dalam pemerintahannya mendatang sedang berlangsung hari Rabu (18/1).

Dalam kesaksian dihadapan Komite Hubungan Luar Negeri Senat, Gubernur South Carolina Nikki Haley, pilihan Trump sebagai duta besar Amerika untuk PBB, mengritik pemerintahan Presiden Barack Obama karena memungkinkan DK PBB mengutuk Israel.

Hubungan Amerika-Israel mencapai titik terendah bulan lalu ketika pemerintahan Obama tidak memberikan suara pada sebuah resolusi PBB yang menuntut diakhirinya permukiman-permukiman Israel di wilayah pendudukan.

Kesaksian Haley mengatakan PBB “sering berlawanan dengan kepentingan nasional Amerika” dan “PBB hendak menciptakan lingkungan internasional yang mendorong boikot terhadap Israel.”

Para senator dari Partai Demokrat tampaknya akan menanyai Haley mengenai pandangannya terhadap Rusia dan laporan komunitas intelijen Amerika baru-baru ini yang menyimpulkan Rusia berusaha mempengaruhi pemilihan presiden untuk menguntungkan Trump.

Sementara pilihan Trump untuk Menteri Perdagangan, miliuner Wilbur Ross menghadapi pertanyaan-pertanyaan Komite Perdagangan Senat mengenai hubungan bisnisnya yang luas di seluruh dunia dan janji Trump untuk meningkatkan ekspor Amerika.

Jika dikonfirmasi, Ross akan memimpin departemen yang menjalankan sasaran presiden mendatang untuk melindungi pekerja Amerika dan tahun-tahun globalisasi yang menantang yang umumnya hanya menguntungkan perusahaan-perusahaan besar multinasional.

Ross usia 79 tahun, pimpinan perusahaan ekuitas swasta dikenal dalam lingkungan keuangan sebagai “raja kebangkrutan” karena membeli dan memulihkan perusahaan-perusahaan yang bangkrut menjadi menguntungkan.

Setelah mengkhususkan diri sebagai pakar kebangkrutan dan restrukturisasi perusahaan besar, Ross mendirikan W.L. Ross tahun 2000 dan mendapat kekayaannya dengan berinvestasi pada pabrik-pabrik yang bangkrut di wilayah industri, barat tengah Amerika, kadangkala mendapat keuntungan dengan membatasi tunjangan-tunjangan karyawan.

Awal minggu ini, Ross setuju dengan Kantor Etika Pemerintah untuk tidak terlibat lagi dalam urusan-urusan bisnisnya. Ross tidak akan terlibat lagi dengan 40 bisnis dan investasi dalam waktu 90 hari setelah dikonfirmasi dan 40 bisnis lainnya dalam waktu 180 hari. [my/al]

XS
SM
MD
LG