Tautan-tautan Akses

California Kembali Tolak Pembebasan Bersyarat Pembunuh Robert F. Kennedy


Sirhan Sirhan (78 tahun), dinyatakan bersalah membunuh Senator AS dan calon presiden Robert F. Kennedy pada tahun 1968 (foto: dok).
Sirhan Sirhan (78 tahun), dinyatakan bersalah membunuh Senator AS dan calon presiden Robert F. Kennedy pada tahun 1968 (foto: dok).

Dewan pembebasan bersyarat California telah menolak pembebasan bersyarat bagi Sirhan Sirhan, yang dinyatakan bersalah membunuh Senator AS dan calon presiden Robert F. Kennedy pada tahun 1968.

Sidang itu adalah sidang pembebasan bersyarat ke-17 dan penolakan ke-16 bagi Sirhan yang berusia 78 tahun. Meskipun pengacaranya mengatakan bahwa ia tidak lagi menjadi ancaman bagi masyarakat, dewan pembebasan bersyarat pada hari Rabu (1/3) memutuskan bahwa dirinya tidak layak untuk dibebaskan.

Pada 2021, dewan pembebasan bersyarat menyetujui pengajuannya, namun keputusan itu dibatalkan oleh Gubernur California Gavin Newsom, yang berpendapat bahwa Sirhan belum direhabilitasi. Pengacaranya menggugat, mengatakan bahwa tindakan Newsom ilegal. Kasus itu hingga kini masih ditunda.

Kennedy, mantan jaksa agung AS dalam pemerintahan kakaknya, John F. Kennedy, baru selesai memberikan pidato di Hotel Ambassador di Los Angeles, di mana ia menyatakan kemenangannya dalam pemungutan suara awal pemilihan presiden di California. Ketika ia dan rombongannya meninggalkan lokasi, Sirhan, orang Palestina yang lahir di Israel dan bermigrasi ke AS dari Yordania, menembaknya. Ia lantas ditangkap di lokasi.

Sirhan kemudian mengaku bahwa ia marah pada Kennedy karena mendukung Israel. Pembunuhan Robert Kennedy terjadi lima tahun setelah pembunuhan John F. Kennedy.

Anggota keluarga Kennedy yang masih hidup memiliki pendapat yang terbelah soal pembebasan bersyarat Sirhan. Janda Kennedy, Ethel Kennedy yang berusia 94 tahun, dan enam anaknya menentang hal itu, sedangkan dua putranya yang lain mendukung pembebasan bersyarat itu. [rd/jm]

Forum

XS
SM
MD
LG