Tautan-tautan Akses

Bursa Saham di Seluruh Dunia Anjlok Tajam


Para pialang saham yang bekerja di bursa New York Stock Exchange (NYSE) New York saat mengalami anjlok tajam hari Senin (9/3).

Harga-harga saham anjlok di seluruh dunia hari Senin (9/3), karena keprihatinan akan jatuhnya harga-harga minyak dan dampak perebakan virus corona yang telah melanda 100 negara lebih.

Indeks saham penting di New York turun lebih dari 7 persen pada penutupan hari Senin, menyusul anjloknya bursa di Asia sebanyak lima persen dan pasar saham di Eropa yang ditutup melemah sekitar 8 persen.

Tajamnya penurunan harga-harga saham di bursa New York memicu penghentian kegiatan jual beli saham, selama 15 menit, supaya kerugian jangan lebih dari tujuh persen. Cara ini digunakan terakhir kali bulan Desember tahun 2008, ketika terjadi resesi ekonomi yang besar.

Kalau kerugian terus naik sampai 13 persen, akan diadakan penghentian perdagangan selama 15 menit lagi, tapi kalau kerugian mencapai 20 persen, pasar saham akan segera ditutup.

Ketika perdagangan dimulai lagi setelah penghentian selama 15 menit itu, indeks saham Dow jones tampak stabil pada tingkat kerugian enam persen.

Para investors agaknya ketakutan melihat anjlok nya harga-harga minyak, khususnya minyak Brent yang digunakan sebagai acuan harga internasional, yang turun 26 persen menjadi 33 dollar 49 sen per barrel, di tengah keprihatinan terus meluasnya virus corona di seluruh dunia.

Jatuhnya harga-harga minyak ini adalah yang terburuk sejak perang Teluk Persia tahun 1991.

Presiden Trump tampak senang dengan kejatuhan harga saham dan minyak itu. Katanya dalam cuitan Twitter “baik untuk konsumen, harga-harga bensin turun!”

Trump mengatakan lagi, jatuhnya harga-harga saham “disebabkan Saudi Arabia dan Rusia bertengkar soal harga dan pasokan minyak, dan ditambah adanya Fake News, atau kabar Bohong, itulah sebabnya harga-harga saham anjlok! [ii/ka]

Recommended

XS
SM
MD
LG