Tautan-tautan Akses

BRICS: Kelompok Militan Ancaman Bagi Keamanan Regional


Dari kiri, Presiden Brasil Michel Temer, Presiden Rusia Vladimir Putin, Presiden China Xi Jinping, Presiden Afrika Selatan Jacob Zuma dan Perdana Menteri India Narendra Modi berpose dalam sesi foto saat Konferensi BRICS di Xiamen International Conference and Exhibition Center di Xiamen, tenggara Provinsi Fujian di China, 4 September 2017.

Para pemimpin kelompok BRICS yang terdiri dari Brazil, Rusia, India, China, dan Afrika Selatan, hari Senin menyatakan keprihatinan mengenai kelompok-kelompok militan berbasis di Pakistan dan menyebut mereka sebagai masalah bagi keamanan regional.

Blok ekonomi itu menyerukan agar para pendukung kelompok-kelompok militan itu diadili.

Seruan bagi tindakan itu dikeluarkan dua pekan setelah Presiden Amerika Donald Trump memperingatkan Pakistan agar berhenti melindungi kelompok-kelompok militan Afghanistan yang menggunakan wilayah Pakistan untuk melancarkan serangan terhadap pasukan NATO dan Afghanistan di Afghanistan.

Negara-negara anggota BRICS mengutuk serangan-serangan teroris di Afghanistan dan menyerukan segera dihentikannya kekerasan di negara itu.

“Kami menyatakan keprihatinan mengenai situasi keamanan di kawasan dan kekerasan yang disebabkan Taliban, ISIS, Al-Qaida dan afiliasinya, termasuk Gerakan Islamis Turkistan Timur, Gerakan Islamis Uzbekistan, jaringan Haqqani, Lashkar-e-Taiba, Jaish-e-Mohammad, Taliban Pakistan, dan Hizbut-Tahrir,” kata pernyataan bersama BRICS dalam KTT di Xiamen, China.

Meskipun tidak langsung menyebut Islamabad, banyak kelompok militan yang disebut dalam pernyataan itu mendapat perlindungan di negara tersebut.[ds]

XS
SM
MD
LG